[Info Only] Daftar perintah2 penting di RUN :)
Code:Accessibility Controls - access.cpl
Add Hardware Wizard - hdwwiz.cpl
Add/Remove Programs - appwiz.cpl
Administrative Tools - control admintools
Automatic Updates - wuaucpl.cpl
Bluetooth Transfer Wiz - fsquirt
Calculator - calc
Certificate Manager - certmgr.msc
Character Map - charmap
Check Disk Utility - chkdsk
Clipboard Viewer - clipbrd
Command Prompt - cmd
Component Services - dcomcnfg
Computer Management - compmgmt.msc
Date / Time Properties - timedate.cpl
DDE Shares - ddeshare
Device Manager - devmgmt.msc
Direct X Control Panel - directx.cpl
Direct X Troubleshooter - dxdiag
Disk Cleanup Utility - cleanmgr
Disk Defragment - dfrg.msc
Disk Management - diskmgmt.msc
Disk Partition Manager - diskpart
Display Properties - control desktop
Display Properties - desk.cpl
Display Properties - control color (w/Appearance Tab Preselected)
Dr. Watson - drwtsn32
Driver Verifier Utility - verifier
Event Viewer - eventvwr.msc
File Signature Verification Tool - sigverif
Findfast - findfast.cpl
Folders Properties - control folders
Fonts - control fonts
Fonts Folder - fonts
Free Cell Card Game - freecell
Game Controllers - joy.cpl
Group Policy Editor (XP Prof) - gpedit.msc
Hearts Card Game - mshearts
Iexpress Wizard - iexpress
Indexing Service - ciadv.msc
Internet Properties - inetcpl.cpl
Java Control Panel (If Installed) - jpicpl32.cpl
Java Control Panel (If Installed) - javaws
Keyboard Properties - control keyboard
Local Security Settings - secpol.msc
Local Users and Groups - lusrmgr.msc
Logs You Out Of Windows - logoff
Microsoft Chat - winchat
Minesweeper Game - winmine
Mouse Properties - control mouse
Mouse Properties - main.cpl
Network Connections - control netconnections
Network Connections - ncpa.cpl
Network Setup Wizard - netsetup.cpl
Notepad - notepad
Nview Desktop Manager - nvtuicpl.cpl
(If Installed)
Object Packager - packager
ODBC Data Source Admin - odbccp32.cpl
On Screen Keyboard - osk
Opens AC3 Filter (If Installed) - ac3filter.cpl
Password Properties - password.cpl
Performance Monitor - perfmon
Phone and Modem Options - telephon.cpl
Power Configuration - powercfg.cpl
Printers and Faxes - control printers
Printers Folder - printers
Private Character Editor - eudcedit
Quicktime (If Installed) - QuickTime.cpl
Regional Settings - intl.cpl
Registry Editor - regedit
Registry Editor - regedit32
Remote Desktop - mstsc
Removable Storage - ntmsmgr.msc
Removable Storage - ntmsoprq.msc
Operator Requests
Resultant Set of Policy (XP Prof) - rsop.msc
Scanners and Cameras - sticpl.cpl
Scheduled Tasks - control schedtasks
Security Center - wscui.cpl
Services - services.msc
Shared Folders - fsmgmt.msc
Shuts Down Windows - shutdown
Sounds and Audio - mmsys.cpl
Spider Solitare Card Game - spider
SQL Client Configuration - cliconfg
System Configuration Editor - sysedit
System Configuration Utility - msconfig
System Properties - sysdm.cpl
Task Manager - taskmgr
Telnet Client - telnet
User Account Management - nusrmgr.cpl
Utility Manager - utilman
Windows Firewall - firewall.cpl
Windows Magnifier - magnify
Windows Management Infrastr. - wmimgmt.msc
Windows System Security Tool - syskey
Windows Update Launches - wupdmgr
Windows XP Tour Wizard - tourstart
Wordpad - write
[b][u]CMD Commands[b][u]
IP Configuration (Display Connection Configuration) ipconfig /all
IP Configuration (Display DNS Cache Contents) ipconfig /displaydns
IP Configuration (Delete DNS Cache Contents) ipconfig /flushdns
IP Configuration (Release All Connections) ipconfig /release
IP Configuration (Renew All Connections) ipconfig /renew
IP Configuration (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) ipconfig /registerdns
IP Configuration (Display DHCP Class ID) ipconfig /showclassid
IP Configuration (Modifies DHCP Class ID) ipconfig /setclassid
System File Checker Utility (Scan Immediately) sfc /scannow
System File Checker Utility (Scan Once At Next Boot) sfc /scanonce
System File Checker Utility (Scan On Every Boot) sfc /scanboot
System File Checker Utility (Return to Default Setting) sfc /revert
System File Checker Utility (Purge File Cache) sfc /purgecache
System File Checker Utility (Set Cache Size to size x) sfc /cachesize=x
Buat teman2 teknisi pasti banyak yang belum tahu aku juga baru dapat jadi dari pada ilang kan sayang aku taro aja skalian di blog jadi kalo lupa tinggal liat aja
Semoga bermanfaat
Disalin dari : howto-bagaimana.blogspot.com
Senin, 12 April 2010
Daftar Perintah Di (Run) Pada Windows XP
Label: Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 08.15 0 komentar
Bahaya Optical Mouse

"Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada handphone.
Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.
Pengaruh radiasi dari mouse lebih terasa pada produk-produk berkualitas rendah, karena produk-produk yang bagus memiliki shield (pelindung) untuk melindungi pergelangan tangan."
"WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan di kantornya, sementara Microsoft dan IBM mengucurkan dana sekitar 2milyar dolar untuk kerjasama pembuatan pointing device yang lebih aman. Industri-industri hardware terbesar di Cina dan Taiwan berusaha menutup-nutupi hal ini. Jika diperhatikan, mouse-mouse optical yang beredar di pasaran saat ini diproduksi oleh merk-merk yang tidak terkenal, padahal itu hanyalah sisa produksi industri besar yang sudah menghentikan penjualan."
"Untuk itu, cobalah memegang mouse hanya di saat diperlukan saja. Berlatihlah menggunakan Hotkey (Ctrl-C, Ctrl-V untuk kopi paste). Kembalilah menggunakan mouse model lama (bola)".
Disalin dari : howto-bagaimana.blogspot.com
Label: INTERMEZO, K3, Kesehatan, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 07.59 1 komentar
istilah-istilah yang terkadang digunakan dalam Forum
Berikut istilah-istilah yang terkadang digunakan dalam Forum, dan sebagainya
OOT : Out Of Topic
COD : Cash on Delivery
PM : Private message
swt: sama dengan chapeee deehh :D
TS = Topic Starter
CMIIW = Correct Me If I’m Wrong = betulkan jika aku salah
IMHO = In My Humble Opinion = Menurut Pendapat Saya
ASAP : As Soon As Possible = secepatnya saya bisa
BTW : By The Way = ngomong ngomong iki artine sebenere apa sih
FWIW : For What It’s Worth = ini agak gak ngarti
FYI : For Your Information, or For Your Interest = informasi untuk kamu
OTF : On The Floor (laughing); writing is funny = ketawa ngakak
ROTFL : Rolling On the Floor Laughing; writing is very funny = ketawa ngakak sambil guling-guling di lantai
OIC : Oh, I see… = oh gitu toh..
RSN : Real Soon Now = secepatnya
TIA : Thanks In Advance = terima kasih sebelumnya
OOT = Out Of Topic = keluar dari topik yg dibicarakan
ITT = In The Topic = di dalam topik bahasan
BRB = be right back = segera kembali
BBL = be back later = nanti akan kembali
NP = no problem = tidak apa-apa
WTF = what the f*** = APA?? :censored:
BBIAF = be back in a flash = kembali sebentar lagi
TTFN = ta ta for now = dadaagghh!!
J/K = just kidding = hanya bercanda
WB = welcome back = selamat datang
RTFM = read the f***ing manual = BACA PETUNJUK!!! :knupel2: :censored:
GTG = got to go = mau offline karena mau pergi
GR8 = great = keren
AQ = aku
GW = gue
t4 = tempat
aka / a.k.a = also known as
LOL = Laughing Out Loud (ketawa ngakak) bisa bermakna mengejek
WTS = Wait To See (silahkan tunggu)
omg = oh my God....
WTS... want to sel kaleeee......
KKLP = Kembali Ke Laptop....
S.T.F.U = Shut The F*** Up
GTFO : Get The Fk Out <- Nyuruh orang pergi
Contoh :
A : ih omongan'a pd ga disaring...si xxxx apalagi...masa bawa2 "WTS"(w*n*ta t*na s**ila) sih......haaaaaaaa
B : GTFO thread ini
FTW : For The Win <- Menunjukkan antusiasme pada hal tertentu
Contoh :
A : Beli PSU Corsair, bagus!
B : Corsair FTW!
howto-bagaimana.blogspot.com
Label: Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 07.56 0 komentar
Searching Dapet $$$
Info baru mudah mudahan bisa menjadi peluang untuk mendapatkan income lewat internet yaitu search engine MyLook. Sebuah search engine atau mesin pencari baru telah dirilis belum lama ini namanya MyLook. Tekhnologi mesin pencari yang ada dan menjadi raja sekarang ini adalah Google, Yahoo, MSN. Demi bersaing dengan search engine yang sudah keluar duluan MyLook mencoba merebut minat konsumen dengan cara iming-iming akan membayar membernya $0,22 sekali melakukan pencarian. Tetapi MyLook membatasi pencarian di search engine tersebut sebanyak 5 kali saja selama 24 jam. Jadi selama 1 hari anggota bisa mendapatkan $1.10 sebagai bonus untuk keaktifan anggota di MyLook.
Karena masih baru , saya belum bisa memastikan MyLook benar-benar akan membayar anggotanya atau tidak. yang pasti daftarnya gratis broo, jadi seumpama MyLook Scam kita gak dirugikan, cuma rugi diwaktu
kalou mau coba silahkan .....nama nya juga berbagi info
Saat aq masuk menjadi anggota di search engine MyLook
Sukses Sign up
Terima kasih untuk bergabung! Dalam untuk mendapatkan saham Anda dapat memulai pencarian saat login, atau Anda mendapatkan saham lebih dengan mengajak orang untuk bergabung di bawah Anda. Untuk setiap pendaftaran yang berhasil kami akan memberikan 5 saham sobat dan 20% dari saham orang! Itu hari penuh senilai mencari dan banyak lagi, dengan batas tidak! Cukup email link berikut ke teman Anda, atau posting di twitter atau facebook dan ketika orang-orang bergabung, Anda akan dihargai
Bagi sobat yang lagi belajar bisnis online, MyLook bisa menjadi arahan untuk mendapatkan income lewat internet. Kalo mau coba bisa langsung klik di DISINI.
Disalin dari : abbegrt.blogspot.com
Label: Duit, INTERMEZO, Lowongan Kerja, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 03.22 0 komentar
TipS Agar Bangun Pagi
Sebenarnya setiap orang pasti bisa bangun pagi. Karena, kita semua pernah sekolah dan harus sudah berada di sekolah pukul 07.00. Aktivitas ketika dewasalah yang membuat kita terbiasa dengan jadwal yang kita atur sendiri. Sebagian orang, karena pekerjaannya, juga membuatnya harus terjaga hingga malam dan baru tidur dini hari.
Karena itu, ketika Anda harus mengubah kebiasaan itu menjadi bangun pagi setiap hari, jelas Anda merasa tersiksa. Namun, selalu ada cara untuk mengatasi hal-hal seperti ini.
1. Peregangan
Lakukan peregangan secara perlahan, seperti melakukan gerakan yoga atau memutar tubuh ke kanan dan ke kiri. Gerakan ini akan membantu tubuh mengumpulkan energi, dan membuat pikiran Anda fokus. Rasa melayang di kepala yang kerap terjadi akibat bangun terlalu pagi pun lenyap.
2. Bergerak
Begitu Anda mampu bangkit dari tempat tidur, lakukan beberapa gerakan untuk melancarkan peredaran darah. Melakukan crunch (berbaring dengan lutut tertekuk lalu mengangkat kepala, leher, dan pundak), push-up, atau melompat-lompat ringan, juga cukup membantu.
3. Hindari terlalu banyak kafein
Kafein memang bisa membuat Anda melek sepanjang hari, namun mengonsumsinya secara berlebihan (lebih dari dua cangkir pada pagi hari) bisa membuat Anda lemas pada tengah hari. Satu cangkir saja sudah cukup membuat kadar energi Anda stabil.
4. Minum
Ketika tidur, tubuh Anda menggunakan simpanan air dan karenanya akan kehilangan cairan saat Anda bangun. Rehidrasi tubuh Anda dengan beberapa gelas air dingin tak hanya akan menyegarkan tubuh, tetapi juga membantu menstimulasi sistem saraf dan pencernaan Anda. Minumlah air putih sebelum tubuh Anda terisi apa pun.
5. Buat jadwal teratur
Tubuh kita menyukai konsistensi. Mengikuti jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari akan membuat tubuh lebih mudah terbangun pada pagi hari. Anda pun akan merasa lebih bertenaga sepanjang hari.
6. Pilih alarm dengan musik lembut
Siapa pun tak akan suka terbangun karena suara weker yang memekakkan telinga. Anda juga bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung, karena suara yang mengagetkan bisa memperburuk kondisi orang dengan masalah jantung. Pilih ringtone pada ponsel yang memperdengarkan musik yang lembut, yang membangunkan Anda secara perlahan. Bila perlu, letakkan ponsel sedikit lebih jauh sehingga Anda harus bangkit untuk menonaktifkannya.
7. Redupkan cahaya
Matikan komputer atau TV satu jam sebelum Anda tidur. Cahaya terang bisa mengalihkan perhatian Anda, sehingga otak lebih sulit beristirahat. Dengan membangun suasana tidur yang lebih tenang, Anda bisa tidur lebih lelap, dan tubuh menyesuaikan diri untuk bangun lebih awal.
8. Segera mandi
Tahukah Anda, hal paling sulit dilakukan saat bangun pagi adalah mandi? Namun di situlah kuncinya. Segeralah mandi dengan air dingin untuk membangunkan sistem sarafAnda, dan membantu menyadarkan Anda. Usai mandi, tak ada lagi rasa malas karena pikiran dan tubuh Anda sudah “bangun”.
9. Sarapan
Setelah “berpuasa” sepanjang malam, tubuh perlu energi untuk bergerak. Sarapan setiap pagi (meskipun hanya setangkup roti dengan selai atau buah-buahan)akan membuat Anda merasa lebih siap menghadapi aktivitas lebih awal.
10. Bernafas dalam-dalam
Bagi sebagian orang, bangun pagi bisa menjadi momen paling mencemaskan. Bayangan mengenai apa yang harus dihadapi di kantor, atau bagaimana mengatasi problem dengan pasangan,akan segera memenuhi pikiran. Maka segera setelah Anda bangun, ambil waktu untuk bernafas dalam-dalam untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Awali hari dengan tenang, agar segala aktivitas berjalan sesuai dengan mood baikAnda.
Label: INTERMEZO, Kesehatan, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 01.49 0 komentar
Minggu, 11 April 2010
Cara BackUp email dari Mail Client Microsoft Outlook

Sebagian besar pengguna mail client kesulitan mengakses email2 lamanya ketika komputer sudah di instal ulang, akhirnya terpaksa harus mengakses lagi email2 lama via webmail gmail atau yahoomail atau email perusahaan melalui web browser, dan ketika melakukan konfigurasi ulang mail client harus mendownload semua email2 lama yang pasti akan membutuhkan waktu lama, apalagi ketika arsip email sudah mencapai ribuan pasti akan membutuhkan waktu yang sangant lama di tunjang dengan koneksi internet di negara tercinta yang mahal dan lambat akan sangat merepotkan!
Berikut ini sedikit tips untuk membackup email sebelum melakukan instalasi sistem operasi agar bisa di gunakan kembali setelah proses instalasi selesai tanpa harus mendownload email dari mail server!
1. Buka Microsoft Outlook
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export...].
3. Pada kotak dialog “Import and Export Wizard”, pilih [Export to a file], lalu klik [Next].
4. Pilih [Personal Folder File (.pst)], lalu klik [Next].
5. Pilih folder yang ingin Anda backup. Jika Anda ingin mem-backup seluruh folder, pilih Personal Folder dan beri tanda centang pada [Include subfolders], lalu klik [Next].
6. Tentukan nama file dan folder tempat hasil backup akan disimpan, lalu klik [Finish].
7. Jika Anda ingin agar file hasil backup Anda aman, beri password pada file tersebut. Jangan lupa untuk memilih option [Compressible Encryption], lalu klik [OK].
Kalau sudah mengikuti langkah2 di atas, tunggu untuk proses backup. Bila prosesnya sudah selesai, pindahkan file pst ke CD, DVD, atau USB flash disk, atau drive lain selain C:\ —pokoknya jangan di partisi sistem operasilah. Kemudian, Anda bisa format hard disk untuk instal Microsoft Windows anda!
Setelah proses instalasi Windows selesai anda bisa menginstal kembali Microsoft Outlook dan mengikuti langkah2 berikut untuk meng Import Email lama anda!
1. Masuk ke Microsoft Outlook
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export..].
3. Pada kotak dialog “Import and Export Wizard”, pilih [Import from another program or file], lalu klik [Next].
4. Pilih Personal Folder File (.pst), lalu klik [Next].
5. Tentukan nama file dan folder tempat file back-up Anda disimpan, lalu klik [Next].
6. Tentukan di folder mana Anda akan meletakkan file hasil impor, lalu klik [Finish].
Semoga Bermanfaat!
Disalin dari : www.ridhocyber.web.id
Label: INTERMEZO, Keamanan, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 22.46 0 komentar
Jumat, 04 Desember 2009
Fakta Seputar Air putih
DI Jepang sedang tren minum air putih dingin saat perut kosong untuk mencegah berbagai penyakit. Dipercaya, air putih dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti sakit kepala, sakit badan, arthritis, asma, dan detak jantung cepat.
Kalau Anda mau mengikuti cara mereka, minumlah air putih begitu bangun pagi sebelum menggosok gigi sebanyak empat gelas. Kalau tidak sanggup, bertahap mulai dua gelas dulu. Baru Anda mandi dan menyikat gigi. Jangan makan apa pun selama 45 menit berikutnya. Air putih dipercaya memadatkan minyak dan memperlambat pencernaan.
Menurut buku “Air untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit” karangan F. Batmangelidj, M.D., dikatakan bahwa tubuh manusia terdiri atas 75% air dan 25% bahan padat.
Maka sudah tentu bahwa asupan air sangat penting. Bahkan dengan membaca tulisan ini, dan duduk-duduk saja tubuh kita kehilangan air. Namun, tak hanya sekadar air atau cairan minuman, tapi air putih matang.
Diterangkan pula oleh F. Batmangelidj, bahwa teh, kopi, alkohol, dan minuman pabrik tak dapat menggantikan kebutuhan tubuh akan air murni, terutama ketika tubuh sedang tertekan dan stres. Minuman-minuman ini memang sudah mengandung air, tapi sebagian besar juga mengandung bahan-bahan yang membuat tubuh kekurangan air, seperti kafein.
Bahan-bahan ini membuang air pelarut mereka, juga air dari cadangan tubuh. Ketika kita meminum kopi, teh, atau bir, tubuh kita mengeluarkan lebih banyak air daripada air yang terkandung di dalam minuman tersebut. Jika kita mengukur volume air kemih setelah meminum minuman tersebut, kita akan melihat bahwa kita telah mengeluarkan lebih banyak air kemih dari pada volume yang kita minum.
Cara lain tubuh kehilangan air setelah minum minuman panas adalah melalui keringat dan pori-pori kulit untuk mendinginkan tubuh yang telah dihangatkan dari dalam.
Disebut-sebut, bahwa manusia membutuhkan setidaknya delapan gelas (@ 250 ml) air putih per hari. Mengapa? Ini adalah sebagian dari alasan-alasannya :
1. Tanpa air, tak ada yang hidup
2. Air adalah bahan perekat dalam desain arsitektural struktur sel
3. Air mencegah kerusakan DNA dan membuat mekanisme perbaikannya lebih efisien. Lebih sedikit DNA abnormal yang tercetak.
4. Air adalah pelarut utama bagi semua makanan, vitamin, dan mineral. Air dugunakan dalam mekanisme pemecahan makanan menjadi partikel kecil dan akhirnya pada metabolisme dan asimilasi makanan.
5. Air meningkatkan kecepatan penyerapan tubuh terhadap bahan-bahan esensial dalam makanan.
6. Air digunakan untuk mengangkut semua bahan di dalam tubuh.
7. Air membersihkan racun buangan dari berbagai bagian tubuh dan membawanya ke hati dan ginjal untuk dibuang.
8. Air adalah pelumas utama ruang sendi dan membantu mencegah artritis dan nyeri punggung.
9. Air adalah pencahar yang melumas dan mencegah sembelit.
10. Air esensial bagi sistem pendinginan tubuh (keringat) dan pemanasan tubuh (elektris).
11. Air memberi daya dan energi listrik untuk semua fungsi otak, terutama fungsi pemikiran.
12. Air dapat membantu mencegah gangguan kekurangan perhatian pada anak-anak dan dewasa.
13. Air meningkatkan tenggang perhatian kita.
14. Air lebih cepat menyegarkan tubuh dibanding cairan lainnya –tak memiliki efek samping.
15. Air membantu mengurangi stres, rasa cemas, dan depresi.
16. Air mengembalikan irama tidur yang normal.
17. Air membantu mengurangi keletihan –memberi energi kemudaan.
18. Air membuat kulit lebih halus dan membantu mengurangi efek penuaan.
19. Air membuat mata bercahaya dan bergairah.
20. Air mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah ketika ia beredar ke seluruh tubuh.
21. Air mengurangi nyeri pra menstruasi dan sembur panas.
22. Dehidrasi menghalangi produksi hormon seks-salah satu penyebab utama impotensi dan hilangnya libido.
23. Minum air memisahkan sensasi haus dan lapar.
24. untuk menurunkan berat badan, air adalah cara terbaik. Minum air pada waktunya dan kita akan kehilangan berat tubuh tanpa harus terlalu berdiet. Selain itu, kita tak akan makan berlebihan, karena kita bisa membedakan rasa haus dan rasa lapar. Karena terkadang otak salah mengartikan rasa haus dengan rasa lapar, sehingga kita sering lebih banyak mengemil.
25. Dehidrasi menyebabkan timbunan endapan racun di ruang-ruang jaringan, sendi, ginjal, hati, otak, dan kulit.
26. Air membantu mengurangi mual di pagi hari akibat kehamilan.
Ketika terjadi dehidrasi karena orang tidak cukup minum air, sel-sel menjadi kekurangan energi siap pakainya. Kemudian, sel-sel ini menjadi lebih menggantungkan pembentukan energinya dari makanan yang dikonsumsi, dan bukan dari air.
Pada situasi ini, tubuh dipaksa menyimpan lemak dan menggunakan cadangan protein serta karbohidratnya karena lebih mudah dipecah daripada cadangan lemak. Inilah sebabnya 37 persen orang Amerika mengalami kegemukan. Tubuh mereka terlibat dalam pengelolaan krisis dehidrasi.
Jadi, pastikan tubuh Anda mendapatkan asupan air yang cukup sehari-harinya.
Pada umumnya, orang meminum obat berupa tablet atau kapsul dengan air putih. Namun, karena tidak semua orang mengonsumsi air putih setelah makan, obat lalu ditelan dengan air apa saja yang ada di meja. Entah es teh, kopi, atau jus. Muncul kekhawatiran bahwa obat yang diminum bersama teh, kopi, dan terutama susu akan kehilangan khasiatnya. Banyak pula yang menyarankan jika minum susu, usahakan jedanya satu jam sebelum atau sesudah minum obat. Benarkah demikian? Bagaimana dengan orang yang mengalami kesulitan dalam menelan obat, yang lalu menelan obat dengan bantuan buah (umumnya pisang) atau nasi?
Pada dasarnya, minum obat bersamaan dengan minuman atau makanan lain bisa menyebabkan adanya interaksi obat alias perubahan efek obat. Minuman berupa jus yang menurut banyak penelitian bisa menyebabkan interaksi obat adalah jus grapefruit. Kadar beberapa jenis obat bisa meningkat jika diminum dengan jus ini sehingga bisa terjadi efek samping. Contohnya adalah obat hipertensi golongan kalsium antagonis, amiodaron, antivirus, antibiotika klaritromisin, benzodiazepine, dan beberapa obat sistem saraf pusat lainnya, penurun kolesterol jenis statin dan siklosporin. Jenis jus lain yang mulai banyak diteliti adalah jus cranberry, jeruk, dan jeruk limau. Minuman lainnya yang juga tidak disarankan adalah susu, teh, kopi, soft drink, dan alkohol.
Minum obat bersamaan dengan makanan tertentu juga bisa membuat kecepatan absorpsi di usus jadi lebih lambat. Namun, ada juga jenis obat yang disarankan untuk diberikan bersama makanan untuk meningkatkan absorpsinya atau mencegah terjadinya iritasi lambung. Yang paling aman adalah minum obat dengan air putih biasa.
Disalin dari : http://akusangpelangi.blogspot.com/2009/05/fakta-seputar-air-putih.htm">akusangpelangi.blogspot.com
Label: Kesehatan, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 08.15 0 komentar
Senin, 19 Oktober 2009
Pengertian Editing
Image via Wikipedia
Pertunjukan film di bioskop ataupun televisi di rumah-rumah apabila belum melalui proses editing bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal, penonton cenderung merasa bosan dan jenuh. Padahal, tayangan film ataupun video begitu ekonomis. Artinya, penayangannya sangat bergantung pada aspek waktu. Waktu begitu mahal dan menentukan dalam proses penayangan film. Jika sebuah tayangan berdurasi 60 menit, itu artinya selama waktu itu pencipta film harus menjamin tidak membuat penonton bosan apalagi meninggalkan bioskop, atau kalau di televisi memindahkan saluran. Begitu berartinya sebuah hasil editing sampai ada pengamat film yang menyatakan bahwa ruh tayangan film adalah proses editing.
Selain itu, J.M. Peters menyatakan bahwa yang dimaksud dengan editing film adalah mengkombinasikan atau memisah-misahkan rangkaian film sehingga tercapai sintesis atau analisis dari bahan yang diambil (Peters, 1980: 9). Di sini, Peters mengungkapkan, dengan editing, film sintesis atau sutradara televisi dapat menghidupkan cerita, menjernihkan suatu keterangan, menyatakan ide-ide atau menimbulkan rasa haru pada penonton. Nyata sekali Peters menekankan pada aspek ‘pemberian’ suasana dan nuansa sebuah film setelah melalui proses editing. Pada saat editing berlangsung, tentunya tugas editor tidak hanya menyambung-nyambung belaka. Karena selain unsur visualisasi, unsur pikturisasi (penceritaan lewat rangkaian gambar) juga penting. Unsur inilah yang membedakan kegiatan sambung menyambung dengan editing. Selain itu, keindahan sebuah film tidak melulu disampaikan lewat rangkaian gambar, tetapi juga tingkahan musik dan sound effect yang menjadikan sebuah film bernuansa. Di zaman film bisu, rangkaian gambar diupayakan semaksimal mungkin membangun cerita film, tetapi setelah era film bersuara, kolaborasi antara film dan musik begitu menyatu.
Sementara itu, D.W. Griffith berpendapat bahwa editing film merupakan suatu hal yang terpenting dalam film karena editing film itu merupakan suatu seni yang tinggi. Seni sendiri merupakan pondasi dari film. Menyunting film adalah menyusun gambar-gambar film untuk menimbulkan tekanan dramatik dari cerita film itu sendiri. Sutradara dan editor harus pandai dalam selection of shot, selection of action ( scene demi scene yang harus dirangkaikan) (Griffith, 1972: 20-25).
Dari penjelasan Griffith tersebut, terkandung pengertian bahwa di samping pentingnya penyusunan film, perlu adanya penyisipan-penyisipan potongan film untuk membuat film itu bercerita. Ini penting sekali diungkapkan dalam pembuatan film pada televisi karena televisi sangat singkat, tetapi bagaimana caranya supaya masyarakat tertarik untuk menyaksikan secara keseluruhan.
Adapun Pudovkin mengatakan perlu adanya constructive editing, yakni pelaksanaan editing film yang sudah dimulai dari penulisan dan membuat shot-shot sebagai materi editing film. Dalam hal editing ini, Pudovkin mempunyai sebuah prinsip, yaitu peristiwaperistiwa yang akan direkam dalam gambar tidak terlepas dari tiga faktor: watak manusia, ruang dan waktu. Di samping tidak terlepas dari ‘lirik editing’, yakni bagaimana caranya mengeksploitasi sesuatu yang tidak tampak seperti kegembiraan, kesenangan, kesedihan, dan lain-lain (Pudovkin, 1972: 26).
Namun pendapat dari kedua pakar film tersebut ditentang oleh Elsenstein, seorang arsitek yang lari ke dunia film. Dia mengecam Griffith dan Pudovkin dengan alas an keduanya hanya menyambung gambar dengan mengharapkan penonton ikut tertawa atau menangis. Menurut dia, dalam proses editing film harus dilakukan dengan cara menyambung dua buah shot atau adegan yang dapat menimbulkan pengertian baru melalui cara pemikiran dan selalu menimbulkan istilah pemikiran yang baru. Untuk itu, dia menghadapkan pada kiasan melalui lambang-lambang sehingga penonton turut berpikir secara intelektual terhadap adegan yang dilihatnya (1972: 33).
Terlepas dari beberapa pendapat tentang editing film tersebut, yang jelas proses editing memang menduduki posisi penting dalam menghasilkan karya film yang menarik dan tidak membosankan. Oleh karena itu, tugas seorang editor begitu berat dan mengandung resiko sebab bisa jadi stock shot yang sebetulnya sudah bagus malah tidak bisa ‘bercerita’ karena kegagalan sang editor.
Disalin dari : " belajarnge.blogspot.com "
Label: Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.55 0 komentar
Editing Video
Image via Wikipedia
Linear dan Nonlinear Editing
Jika kita cermati, sebetulnya editing film yang kita saksikan pada umumnya menggunakan nonlinear editing karena di dalamnya memungkinkan terjadinya penambahan atau pengurangan di sembarang tempat terhadap shot dan scene-scene yang ada. Secara umum untuk membedakan antara linear editing (analog dan digital) dan nonlinear editing terlihat pada aspek teknologinya. Ramang Syah menjelaskan, pada proses pengalihan editing video tape yang sangat mendasar adalah proses pengalihan/dubbing dari sumber material (original tape) ke edit master (master tape). Untuk melakukan editing, hal-hal yang perlu dipikirkan dan dilakukan secara bertahap, yakni:
1) memilih gambar dan suara dari sumber materi dan tentukan bagian-bagian mana yang ditransfer ke master tape,
2) kemudian temukan bagian-bagian itu harus ditempatkan pada master tape,
3) untuk mendapatkan sequence yang tepat sesuai dengan naskah, bagian-bagian tadi harus ditempatkan pada ruang kolom yang sesuai,
4) sesudah itu informasi tadi dialih/dub dari sumbernya ke master tape, scene by scene. Sampai saat ini, belum ada keseragaman dalam proses rekaman gambar sehingga setiap produser mendesain dan membuat video tape recorder (VTR) menurut versinya masing-masing. Hal ini dapat kita jumpai pada format-format VTR yang banyak dipasarkan antara lain Format B, C, Umatic, Betacam, dan lain-lain. Saat ini yang dianggap paling tinggi kualitas gambar dan suaranya adalah digital VTR yang dirintis oleh Matsushita Panasonic dengan type AD 350 (kamera dan VTR digital pertama kali digunakan di Olimpiade Barcelona 1992).
VTR merupakan suatu mesin yang terdiri atas sistem elektronik dan mekanik yang digunakan saat rekaman, editing, dan penyiaran. Alat ini berfungsi merekam signal video dan audio kemudian memutar kembali kedua signal tersebut (play back) secara bersamaan (syncron). Selain kedua signal tadi, juga turut terekam signal pengontrol (CTL = control track line) dan signal identifikasi/addres (TC + time code) (Syah, 2000 : 1-2).
Linear Editing
Pada sistem linear editing, prosesnya dilakukan dengan cara langsung dan apabila terdapat kekurangan dan kesalahan, akan dilakukan pengulangan. Pada akhirnya, editing sistem ini menuntut peralatan yang besar dan bermutu untuk menjaga kualitas hasil yang sedang dikerjakan. Pada umumnya, peralatan semacam ini hanya dimiliki oleh kalangan tv penyiaran (broadcasting house) dan production house (PH) skala besar. Jika hasilnya belum sempurna, akan dilakukan pengulangan editing yang memakan cukup banyak biaya. Untuk kalangan pembuat film indie, sistem ini jarang dipakai.
Dalam sistem ini, seorang editor harus teliti dan cermat dalam mengedit. Jika terjadi kesalahan sedikit saja, pekerjaan yang hampir selesai bisa jadi harus diulang dari awal. Lantas apa yang membedakan antara analog dan digital?
Pengertian umum analog dari teknologi media audio visual adalah cara merekam yang dilakukan, baik ketika shooting video maupun saat mentransfer dari pita satu ke pita yang lain dengan perangkat kerjanya, merupakan proses perekaman gelombang cahaya secara berkesinambungan (kontinyu) menjadi satu bentuk kurva garis melengkung, seperti garis grafik yang lengkungannya bergantung pada tinggi rendahnya cahaya itu sendiri.
Adapun pengertian digital merupakan proses perekaman gelombang cahaya dengan pola terputus-putus on-off lalu on-off begitu seterusnya, sesuai dengan karakternya dari teknologi komputer, yang pada akhirnya menjadi satu bentuk kurva garis kotak-kotak yang juga membentuk grafik yang terdiri atas banyak kotak kecil (Sahid, 2000:1).
Nonlinear Editing
Sistem inilah yang kini banyak diminati kalangan indie karena di samping mudah juga murah dan bisa dilakukan di setiap PC. Edit sistem ini sering disebut juga dengan istilah digital video editing. Sistem ini juga bisa disebut dengan Random Access dari video dan audio ke dalam suatu media rekam berupa disk (disk storage) atau hard disk.
Penyimpanan data di hard disk sangat memudahkan pengolahan. Selama data masih tersimpan di dalamnya, seorang editor bisa berulang-ulang mengedit bagian yang kurang sempurna tanpa harus mengulang dari awal lagi. Selain itu jika hasilnya sudah final, bisa dikopi berulang-ulang dengan kualitas yang tetap. Jika menggunakan teknologi analog, hasil berupa kaset tidak akan tahan sampai lima generasi pengkopian.
Langkah-langkah non linear editing adalah sebagai berikut:
1. Logging Artinya pada sistem nonlinear editing yang dicatat adalah time code in (angka perhitungan jalannya pita kaset) dan time code out dari sebuah shot secara utuh, dari klip awal hingga sutradara memutuskan cut pada sebuah shot. Pada umumnya, mesin nonlinear editing jenis apa pun memiliki keterbatasan dari hard disk yang sangat berhubungan erat dengan banyaknya gambar yang bisa disimpan dalam memorinya. Dengan keterbatasan ini, seorang editor harus betul-betul memilih shot yang baik. Selection of action sudah dilakukan pada tahap logging ini. Apabila ada kesempatan, alangkah baiknya editor melihat lebih dahulu materi shot yang akan di logging. Pada tahap ini dilakukan pengadministrasian yang efektif sebab ada hal-hal prinsip yang harus dilakukan dalam menuliskan deskripsi dari shot-shot itu. Pertama editor harus menulis terlebih dahulu nomor scene pada awal kalimat, kemudian disusul masing-masing dengan nomor shot, dan nomor take, baru disusul dengan nama tokoh (karakter) yang akan muncul pada gambar itu, setelah itu keterangan peristiwa apa yang dialami atau terjadi dengan tokoh itu.
2. Digitizing Yaitu proses memasukkan gambar dan suara yang sudah di- logging ke hard disk komputer. Sebelum pekerjaan ini dilakukan, editor harus memutuskan dahulu akan menggunakan audio video resolution (AVR) berapa, yaitu tingkat kualitas gambar seperti apa yang dibutuhkan dalam pekerjaan awal ini.
3. Editing Film Pada tahap ini, editor biasanya melakukan off line edit dahulu untuk mendapatkan gambaran keseluruhan dari program yang diedit. Namun dalam kegiatan nonlinear editing jika mesin yang digunakan kualitasnya baik seperti Avid, on line d a n off line dapat dilakukan sekaligus.
4. Redigitize Proses ini dilakukan dengan cara menggunakan edit decition list (EDL). Jika anda menggunakan mesin untuk off line berbeda dengan menggunakan mesin pada saat on line, kita harus menggunakan EDL dari time line yang sudah ada ketika membuat off line editing. Hal ini penting agar tidak terjadi perbedaan AVR di dalam satu time line, yang menyebabkan komputer tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya (Sahid, 2000: 5).
Pedoman Pemotongan (Cuting)
Pemotongan adalah lang,kah lanjutan setelah proses capturing dilakukan. Pemotongan dilakukan terhadap gambar redundan yang berupa
1) bidikan-bidikan yang terlampau pendek yang disebabkan suatu kesulitan atau hal-hal lain pada saat pengambilan gambar. Umpamanya ketika juru kamera mengadakan pengambilan gambar lantas pandangannya terhalang oleh orang ramai,
2) hasil pengambilan panning yang kurang stabil serta pencahayaan yang terlampau terang atau terlalu gelap,
3) bidikan yang terlampau panjang harus dibuang sebagian karena ini dapat membuat penonton jemu,
4) gambar-gambar yang kurang tajam (out of focus) jika hal ini tidak disengaja,
5) hal-hal yang dirasakan mengganggu kelancaran isi cerita
Disalin dari : " belajarnge.blogspot.com "
Label: Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.40 0 komentar
Jenis-jenis Kamera Movie
Perkembangan teknologi kamera movie (sebutan untuk kamera gambar gerak) sangatlah pesat. Sejak ditemukan pada paruh kedua abad 19 hingga kini telah berkembang berbagai tipe kamera movie dari berbagai produsen. Penggolongan berdasarkan merek dan tipe sangatlah banyak dan rumit. Penggolongan biasanya didasarkan pada system kerja dan format media penyimpan.
Berdasarkan sistem kerja kamera movie terbagi menjadi dua yakni kamera mekanik dan kamera elektronik. Kamera elektronik sendiri dibagi menjadi kamera elektronik analog dan kamera elektronik digital.
Kamera mekanik adalah kamera yang tidak melibatkan rangkaian elektronik. Kamera bekerja dengan tenaga manusia, atau tenaga pegas. Di akhir generasi kamera mekanik sudah menggunakan batery sebagai penggerak rangkaian mekanik. Kamera mekanik menggunakan pita selluloid (film positif) sebagai media penyimpan gambar.
Kamera elektronik analog (kemudian disebut kamere analog) adalah kamera yang sistem kerjanya menggunakan rangkaian elektronik. Cahaya yang masuk ke ruang lensa ditangkap oleh kepingan CCD (charge couple device ), sejenis chip elektronik peka cahaya, berfungsi mengubah cahaya menjadi arus listrik dengan kekuatan yang berbeda-beda sehingga merepresentasikan tiga warna dasar yakni red, green, dan blue (RGB). Dengan rangkaian elektronik pula arus listrik yang mereprentasikan RGB ini diubah menjadi muatan maknet. Muatan magnet inilah yang kemudian disimpan pada pita magnetik atau pita video (video tape). Sejak inilah dipopulerkan istilah video untuk menyebut unsur visual yang dihasilkan secara elektronik.
Kamera elektronik digital (kemudian disebut kamere digital) mirip dengan kamera elektronik analog. Bedanya pada proses penyimpanan. Cahaya yang telah diubah menjadi arus listrik diubah lagi menjadi data digital (data biner). Pada kamera analog intensitas warna dan suara ditentukan oleh kuat lemah muatan magnetik, sedang pada kamera digital intensitas warna maupun suara ditentukan oleh data biner hasil olahan perangkat keras dan perangkat lunak.
Perbedaan kamera digital dengan kamera analog juga terlihat pada kestabilan data video pada proses reproduksi. Muatan magnet (data analog) pada pita magnetik akan terus berkurang sesuai dengan frekuensi reproduksi. Hal ini tidak terjadi pada data digital. Berapa kalipun data digital dikopi tak akan mengalami pengurangan kualitas. Kita bisa menganalogikan proses reproduksi data digital dengan pengkopian file di disket.
Disalin dari : " belajarnge.blogspot.com "
Label: Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.11 0 komentar
PROSES PRODUKSI VIDEO
Saat ini kita asumsikan kalau kita telah memiliki sebuah judul cerita, misalnya “Pernikahan Wishnu dan Ema”, “Profil Perusahaan Jamu Cap Kapak Maut”, atau “Petualangan Besar MatMitMut : Tentang Neraka Jahanam”, atau kita membuat sebuah video pendek untuk konsumsi Web, kepentingan industri atau presentasi pelatihan, iklan televisi, feature film, atau hanya sebuah proyek pribadi, maka semua proses yang dilakukan diatas sebenarnya memiliki kesamaan. Gambar dibawah ini menggambarkan tahapan-tahapan dalam proses produksi digital video secara umum, dengan adanya gambaran tersebut maka akan menjadi jelas letak dan fungsi pekerjaan video editing dalam proses produksi digital video. Apabila kita melihat bagan alir proses produksi digital video tersebut, maka suatu waktu terlihat bahwa ada tahapan yang overlap, proses produksi digital video sebenarnya tidak harus sama seperti bagan alir tersebut, tetapi kita dapat mengadaptasikan rangkaian kerja tersebut sesuai dengan kebiasaan, ataupun gaya kerja kita, karena setiap orang pasti memiliki gaya kerja yang berbeda-beda
Preproduction/Praproduksi
Preproduction atau Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau video). Dengan lahirnya teknologi digital video dan metode nonlinear editing maka proses produksi video menjadi lebih mudah. Ketika kita akan memulai sebuah proyek, terkadang kita telah memiliki stock-shoot/footage video yang kita butuhkan, untuk itu kita harus melakukan peninjauan ulang segala kebutuhan sesuai dengan cerita yang akan kita buat. Artinya, kita harus mempersiapkan footage video yang telah ada, fotografi, diagram dan grafik, gambar ilustrasi, atau animasinya. Tetapi banyak pula para videographer yang memulai dari awal atau dari nol. Pada intinya tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital video sesuai dengan harapan.
• Outline
Untuk mempermudah membuat proyek video, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.
• Script/Skenario
Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.
• Storyboard
Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula menyertakanstoryboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakancoretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya
• Rencana Anggaran Biaya
Ketika kita sedang mengerjakan proyek professional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan spekulasi, maka prosentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, actor dan talent lainnya (effect specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers), begitu pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa peralatan, catering dan yang lainnya.
Production/Produksi
“Quiet on the set! Action! and Roll ’em!”, kata-kata tersebut seringkali terdengar saat shooting berlangsung, pada intinya merekam kejadian langsung, adegan animasi dan suara pada film, videotape atau DV untuk menghasilkan footage/clip disebut dengan “production” atau proses produksi. Selama proses produksi berlangsung, perhatian kita akan tertuju pada lighting/pencahayaan, blocking (dimana dan bagaimana aktor atau subyek kita bergerak), dan shooting (bagaimana pergerakan kamera dan dari sudut mana scene kita dilihat). Ada banyak referensi yang bagus untuk mempelajari lebih dalam mengenai proses produksi. Pembuatan animasi/motion graphics dapat pula dikategorikan dalam proses produksi, karena bertujuan menghasilkan footage yang nantinya akan disusun dan diedit dalam proses pasca produksi.
Post Production/Paska Produksi
Setelah proses produksi maka akan dihasilkan footage atau koleksi klip video. Untuk membangun dan menyampaikan cerita, maka harus mengedit dan menyusun klip-klip tersebut dan tentu saja menambahkan visual effects, gambar, title dan soundtrack. Proses diatas disebut dengan postproduction atau pasca produksi. Berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk proses pasca produksi :
• Adobe Premiere Pro, aplikasi editing yang real‐time untuk para professional dalam bidang digital video production.
• Adobe After Effect, sebuah aplikasi khusus untuk Motion Graphics dan Visual Effect.
• Adobe Audition, aplikasi professional untuk pengolahan audio digital.
• Adobe Encore DVD, aplikasi professional untuk DVD authoring.
Selain aplikasi-aplikasi diatas, dikenal pula dua aplikasi grafis professional yang juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan elemen grafis berkualitas tinggi, aplikasi tersebut adalah Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator
Disalin dari : " belajarnge.blogspot.com "
Label: Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 13.44 0 komentar
Minggu, 11 Oktober 2009
Mengenal Dasar Kamera Digital : Depth of Field
Artikel ini masih membahas dasar fotografi dan masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya seputar diafragma (arperture).
Bukaan diafragma akan mengakibatkan efek lain selain masalah terang dan gelap, yaitu Depth of Field (Ruang Tajam). Semakin besar bukaan maka F nya kecil dan semakin sempit ruang tajamnya. Semakin Kecil bukaan (F besar), semakin lebar ruang tajamnya .
Misalkan Anda ingin membuat foto tentang anak, tapi background ternyata tidak indah dipandang, maka Anda bisa mengkaburkan background dengan cara membuka diafragma lebih besar (F nya semakin kecil).
Tetapi bila Anda ingin membuat foto anak di pantai yang indah dan kita ingin agar pemandangan pantai juga nampak jelas, maka bukaan diafragma harus diperkecil (F semakin besar).
Tetapi bila ingin membuat foto anak di pantai yang indah dan ingin agar pemandangan pantainya juga nampak jelas, maka bukaan diafragma harus dikecilkan (F semakin besar).
Shutter Speed
Di depan Sensor kamera terdapat semaca jendela yang disebut Shutter, yang berfungsi untuk mencegah cahaya masuk ke dalam sensor sebelum tombol kamera (tombol shutter) kita tekan. Ketika kita mengambil gambar, tombol shutter akan kita tekan, begitu tombol kita tekan jendela ini akan membuka dalam kurun waktu tertentu dan lalu menutup lagi. Kecepatan jendela ini waktu membuka dan menutup akan menentukan seberapa lama sensornya terkena cahaya. Itulah yang disebut shutter speed.
Semakin cepat shutter speednya maka cahaya yang masuk juga semakin sebentar sehingga hasil foto nya akan semakin gelap, dan semakin lambat shutter speednya maka cahaya yang masuk juga semakin lama sehingga hasil fotonya akan semakin terang. Satuan dari shutter speed adalah detik, misalnya 1 detik, ½ detik, 1/60 detik, 1/250 detik, 1/500 detik, dan sebagainya.
Ketika jendela terbuka dan belum menutup, kalau objek yang kita foto bergerak maka objek yang bergerak tersebut akan tampak kabur. Jadi kalau kita memfoto objek yang bergerak tapi kita menginginkan objek tersebut tetap tajam (tidak kabur) maka kita harus menggunakan shutter speed yang lebih cepat dibandingkan gerakan objek tersebut.
Pada Gambar 6C menggunakan shutter speed 1/40 detik. Di sini terlihat bahwa karena orangnya bergerak lebih cepat dari shutter speednya, maka orangnya tampak tidak tajam atau kabur atau boleh juga dikatakan ada motion effectnya atau efek gerak. Tetapi karena motor dan pagar dan pohonnya tidak bergerak, maka mereka tetap tampak tajam. Jadi bila kita ingin menghasilkan foto dengan orangnya bisa tampak tajam dan tidak bergerak, maka kita harus menggunakan shutter speed yang lebih cepat dari gerakan orangnya.
Di dalam gambar 6B, saya menggunakan shutter speed 1/400, sehingga meskipun orangnya bergerak, kita tetap dapat membekukan gerakannya. Andaikata orang tersebut berlari lebih cepat lagi dan kita tetap ingin membekukan gerakannya, maka kita harus menggunakan shutter speed yang lebih cepat lagi, misalnya saja 1/1000 detik.
Pada gambar 6A, hampir keseluruhan gambar tampak kabur, dimanakah letak kesalahannya ? Apakah shutter speednya terlalu rendah ? Bukan !! Logikanya begini, motor dan pagarnya kan tidak bergerak sama sekali, jadi meskipun kita memakai shutter speed yg sangat rendah, misalnya 2 detik sekalipun seharusnya tetap mereka bisa tampak beku.
Jadi kalau begitu dalam kasus ini, pasti tangan yang memegang kamera lah yang tidak stabil (bergerak). Memang dalam pengambilan gambar 6A, tangan yang memegang kamera sengaja dibikin bergetar, sehingga karena kameranya bergerak maka keseluruhan gambarnya akan ikut terlihat bergerak. Untuk mengatasi pergerakan tangan kamera dibutuhkan adanya Image Stabilizer yang sudah dibahas sebelumnya
Disalin dari : " komputekonline.net "
Label: Hardware, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.11 0 komentar
Mengenal Kamera Digital (III)
Sebelum Anda memutuskan memilih suatu kamera digital, sangat penting untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi kualitas kamera dan juga beberapa fitur-fitur yang ada. Selain itu Anda juga perlu untuk mengerti tentang dasar-dasar fotografi. Pengertian ini akan sangat membantu Anda dalam menjatuhkan pilihan sebuah kamera digital.
Dalam melakukan pemotretan, satu hal yang paling penting adalah masalah pencahayaan. Tentunya Anda mengharapkan hasil foto dengan pencahayaan yang pas (correct exposure), maksudnya tidak terlalu terang (Over-Exposure) ataupun terlalu gelap (Under-Exposure), seperti pada gambar 1.
Ada tiga faktor penting yang akan mempengaruhi pencahayaan (exposure), yaitu ISO, Diafragma, dan Shutter Speed.
ISO
ISO adalah banyaknya cahaya yang masuk ke dalam kamera akan direkam oleh Sensor (misalnya CMOS atau CCD), sehingga akan menghasilkan gambar. ISO adalah kepekaan dari Sensor terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO nya, semakin peka sensornya, sehingga gambarnya akan semakin terang.
Yang sering terdapat di dalam kamera digital saat ini adalah ISO 100, ISO 200, ISO 400, ISO 800, IS00 1600, ISO 3200. Jadi misalnya ketika Anda menggunakan ISO 200, maka hasil foto tadi akan lebih gelap dibanding saat menggunakan ISO 1600, semua diasumsikan settingan lain tidak ada yang kita ubah sama sekali dan kondisi cahaya di sekitar objek sama.
Tetapi ISO yang tinggi memiliki kelemahan. Yaitu, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka hasil gambarnya akan semakin kasar (istilah yang dipakai adalah NOISE), perhatikan pada gambar 2. Jadi kesimpulannya, selama kondisi cahayanya memungkinkan, gunakan selalu ISO serendah mungkin.
Semakin besar ukuran sensor kamera, noise yang dihasilkan semakin minim (baca komputek edisi 585). Semakin besar resolusinya (megapixel), semakin tinggin noisenya, dengan asumsi ukuran sensor dan teknologi kameranya sama (baca komputek edisi 586), teknologi dari sensor juga mempengaruhi tingkat Noise (CMOS lebih bebas noise dibandingkan dengan CCD).
Di hampir semua kamera digital juga sudah menyertakan fasilitas “Noise reduction” untuk mengurangi noise,hanya saja kadar keefektifan dari noise reduction tiap merk kamera juga berbeda-beda.
Sehingga customer tidaklah mungkin untuk mengetahui kadar noise dari suatu kamera kalau belum pernah mencoba dan membandingkan tiap-tiap merk yang berbeda. Untuk kamera-kamera saku (pocket camera), saat ini yang memiliki tingkat noise paling rendah adalah Canon dan Fuji, sedangkan untuk kamera-kamera DSLR, setahun yang lalu Canon-lah yang merajai.
Tapi sekarang sudah mulai dikejar oleh merk-merk lain seperti Nikon dan Sony, salah satu alasan kenapa Nikon dan Sony sudah bisa mengejar adalah karena mereka sekarang juga menggunakan teknologi sensor CMOS, bukan CCD lagi seperti dulu.
Diafragma (Aperture)
Didalam lensa terdapat istilah bukaan Diafragma (gambar 3) yang berguna untuk mengatur jumlah cahaya yang bisa masuk ke dalam kamera.
Bukaanya semakin diperbesar, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak dan hasil foto akan semakin terang, dan tentunya bila bukaannya semakin diperkecil, maka cahaya yang masuk akan semakin sedikit dan hasil foto akan semakin gelap.
Satuan dari diafragma ini dilambangkan dengan “F-Stop”. Misalnya F1.4, F2, F2.8, F4, F5.6, F8, dan sebagainya (Gambar 4). Semakin besar F-Stopnya akan semakin Kecil bukaannya, dan semakin kecil F-Stopnya akan semakin Besar bukaannya. Jadi semakin besar F-Stopnya, cahaya yang masuk akan semakin sedikit, dan hasil foto akan semakin gelap. Karena satuannya terbalik, maka banyak pemula yang kebingungan waktu pertama kali belajar.
Label: Hardware, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.05 0 komentar
Mengenal Dasar Kamera Digital (II)
Menyambung edisi sebelumnya yang membahas tentang pengenalan dasar sebuah kamera digital. Pada edisi ini akan membahas pengertian Megapixel dan Image Stabilizer. Kedua fitur ini memang sudah tidak asing lagi untuk sebuah produk kamera digital.
Megapixel
Semakin besar Megapixel suatu kamera, maka akan semakin bagus kualitas gambarnya. Ini adalah Mitos terbesar di dalam dunia kamera, dan itu sepenuhnya tidaklah benar. Perusahaan-perusahaan kamera dan toko-toko kamera sebetulnya jelas mengetahui hal ini, tapi mereka terus saja berusaha untuk mempertahankan persepsi yang salah ini, bukan hanya mempertahankan malah, tapi mereka justru terus berusaha untuk menancapkan hal ini ke benak customer. Kenapa ?
Karena hal inilah yang menyebabkan perusahaan-perusahaan dan toko-toko itu dapat meraih keuntungan besar. Cukup dengan menambah jumlah pixelnya, tanpa perubahan lain yang lebih berarti, mereka dapat menciptakan kamera tipe baru, dan para customer yang tertipu pada berlomba-lomba untuk meng “upgrade” kameranya.
Padahal, penting sekali untuk DIINGAT, semakin tinggi Megapixelnya, bila tidak disertai dengan perubahan ukuran sensor, perubahan arsitektur kamera atau perubahan kualitas lensa, maka kualitas gambar dari kamera tersebut justru lebih jelek.
Jadi fungsi dari megapixel yang besar itu sebetulnya apa ? Kuncinya adalah pada masalah “Perbesaran”. Semakin besar resolusi suatu kamera (megapixel), maka kita dapat mencetak foto kita dengan ukuran yang lebih besar.
Tapi permasalahannya, kebutuhan rata-rata orang awam, paling hanya mencetak di ukuran 4R atau 10R saja, yang dapat dilakukan dengan sangat baik oleh kamera dengan resolusi 4 Megapixel. Pada gambar 1 adalah table untuk ukuran cetak.
Selain masalah perbesaran cetak, resolusi besar juga dapat berguna bila kita sering melakukan CROP pada Foto kita. Misalnya pada contoh gambar 1.1 dan gambar 1.2.
Pada contoh gambar di atas, karena saya menggunakan kamera 12 Megapixel (gambar 1.1), ketika saya melakukan crop (gambar 1.2), saya masih memiliki foto dengan resolusi 2 Megapixel, sehingga saya masih bisa melakukan pencetakan sebesar 10 cm x 15 cm.
Jadi, bila Anda bukan lah pengguna yang sering melakukan cetak besar atau sering melakukan cropping, kamera dengan 6 Megapixel sudah lebih dari cukup.
Image Stabilizer
Tiap merk kamera menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk fitur yang satu ini. Ada Image Stabilizer, Vibrate Reduction, Anti Shake, Steady Shot, Optical Image Stabilizer(OIS), Vibrate Compensation, dan lain sebagainya. Itu semua fungsinya sama, yaitu untuk menyetabilkan goncangan tangan kita.
Sering terjadi salah kaprah di dalam pengertian tentang fitur yang satu ini. Salah kaprah yang sering terjadi adalah tertukarnya pengertian antara Shutter Speed dan Image Stabilizer. Ketika kita memfoto anak-anak yang sedang berlari-lari, kalau kita ingin agar anak yang kita foto itu tetap terlihat tajam (tidak blur), kita harus menggunakan Shutter Speed yang cepat, dan tidak ada hubungannya dengan Image Stabilizer. Shutter Speed yang cepat berguna untuk membekukan “Objek” yang kita foto, sedangkan Image Stabilizer berguna untuk menyetabilkan goncangan dari “Subjek” yang memfoto.
Jadi Image Stabilizer ini akan berguna ketika :
- Tangan kita sulit untuk tidak bergerak ketika melakukan pengambilan foto atau tangan kita tremor
- Melakukan pemotretan dengan Shutter Speed yang rendah (indoor, malam hari, efek-efek cahaya bergerak, foto air terjun, dsb)
- Melakukan foto-foto dengan lensa tele (jarak jauh) misalnya 200 mm
- Melakukan foto-foto macro (jarak yang sangat dekat)
Cara kerja fitur ini adalah dengan menempatkan sensor pada lensa atau pada sensor (masing-masing produsen berbeda-beda). Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi gerakan lensa atau kamera. Misal pada Image Stabilizer yg diletakkan di lensa, ketika kamera kita bergerak ke atas, sensor ini akan menggerakan lensa nya ke bawah, ketika kamera kita bergerak ke kiri, sensor ini akan menggerakan lensanya ke kanan, dan demikian seterusnya sehingga gambar yang kita buat akan selalu diusahakn stabil dan bebas goncangan.
Nah setelah mengetahui pengertian dari Image Stabilizer ini, kita juga dapat mengetahui tentang produsen-produsen yang nakal, yang dengan sengaja memanfaatkan kesalahkaprahan konsumen akan pengertian ini untuk menarik keuntungan.
Ada beberapa produsen yang jelas-jelas tidak memiliki teknologi Image Stabilizer ini, tapi berani mencantumkan Slogan yang serupa dan bahkan mempromosikan fitur ini melalui brosur-brosur dan sarana marketing mereka.
Atau ada juga yang sudah memiliki teknologi ini, tapi karena untuk dipasangkan pada kamera-kamera yang low end tidak akan memungkinkan dari segi harga, akhirnya mereka menciptakan istilah-istilah yang mirip tapi sebetulnya adalah tipuan, seperti misalnya Anti Shake DSP, New Anti Shake AE, dll.
Ada juga yang memang memiliki teknologi ini dan sudah memasangkan pada kameranya, tapi karena pesaing mereka mencoba membodohi konsumen, maka mereka pun ikut-ikutan juga membodohi konsumen dengan istilah-istilah yang lebih keren seperti misalnya Double Anti Blur, 4x Image Stabilization, Dual IS, dsb.
Image Stabilizer-image stabilizer palsu ini cara kerjanya adalah hanya menaikkan settingan ISO pada kamera saja. Sehingga otomatis Shutter Speed yang kita dapatkan akan lebih cepat dan karena itu dapat juga mengurangi goncangan (objek dan subjek sekaligus).
Tapi untuk fasilitas ini ada harga yang harus dibayar, yaitu kualitas gambar yang akan sangat berkurang. Karena ISO semakin tinggi maka kualitas foto akan semakin noise, banyak terdapat bintik-bintik warna-warni, tidak tajam dan sebagainya, intinya gambar akan terlihat lebih kasar.
Selain itu ada juga kelemahan lainnya, kita jadi tidak bisa melakukan pemotretan dimana kita ingin menggunakan speed yang rendah, seperti misalnya foto air terjun sehingga airnya bisa jadi seperti kapas. Dan masih ada kekurangan-kekurangan lainnya. Tetapi sebetulnya, yang paling konyol dari image stabilizer palsu ini adalah, hampir semua kamera bisa melakukan hal itu, tinggal dinaikkan aja ISOnya. Sungguh menggelikan.
Pada istilah-istilah seperti Double Anti Blur, 4x Image Stabilization, Dual IS, dan sebagainya maksudnya adalah bahwa mereka menggunakan Image stabilizer betulan dan sekaligus Image stabilizer tipuan. Sehingga dengan istilah-istilah itu produk mereka akan terlihat lebih mampu menahan goncangan. Untungnya paling tidak sampai saat ini saya masih belum melihat ada yang menggunakan istilah Double atau Dual yang ternyata isinya tidak ada Image Stabilizer asli sama sekali. Mungkin sebentar lagi.
Jadi kita mesti hati-hati, kalau melihat ada fitur seperti ini, harus dibaca dulu buku manualnya atau cari tau dari internet atau dari teman yang sudah tau, apakah image stabilizernya asli menyetabilkan gerakan pada lensa atau pada kamera, atau hanya menaikkan ISO saja. (www.sentradigital.com)
Disalin dari : " komputekonline.net "
Label: Hardware, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.59 0 komentar
Mengenal Dasar Kamera Digital (I)
Ketika hendak membeli sebuah barang, sering kali kita selalu meminta masukan dari teman-teman. Hal ini juga terjadi ketika membeli kamera digital, dan nasehat yang paling sering terucap adalah “Cari yang Megapixelnya paling besar, hasilnya pasti paling bagus”, atau “Cari yang Zoomnya paling besar, kameraku bisa 40x zoom, kameranya dia cuman 3x zoom tuh”, atau bisa juga “Cari yang ada anti getarnya saja, karena kameraku harganya cuman 1 juta sudah ada anti getarnya lho”, dan lain sebagainya.
Nasehat-nasehat seperti ini jelas kurang bertanggung jawab dan sedikit banyak bisa dikatakan menjerumuskan. Tapi selain itu, ada juga yang memberikan nasehat yang isinya benar, tapi tidak sesuai dengan kebutuhan si pemakai. Misalnya ingin membeli sebuah mobil yang akan gunakan untuk mengangkut barang, mungkin waktu itu terpikir untuk membeli LX300, tapi ketika meminta nasehat teman, dia mengatakan, “Jangan pakai LX300, pakai Mercedes S-Class saja, tarikannya lebih kenceng, lebih nyaman, dan lebih keren”. Kalimatnya nggak salah sih, tapi jelas si pemberi nasehat tidak menyesuaikan nasehatnya dengan kebutuhan dari si peminta nasehat. Hal inilah yang paling sering terjadi di dalam membeli barang apapun.
Ketika kita hendak membeli kamera digital, yang paling tepat seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mengerti kamera mana yang paling cocok untuk sesuai dengan kebutuhan, maka mau tidak mau, sedikit banyak Anda harus memiliki pengetahuan tentang fitur-fitur yang ada pada kamera digital, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gambar.
Disini akan menjelaskan secara garis besar, dimulai dari faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gambar, fungsi-fungsi dari beberapa spesifikasi kamera, dan fitur-fitur yang dirasa perlu untuk dipertimbangkan.
1. Sensor
Sensor merupakan salah satu komponen yang terpenting dan sangat mempengaruhi kualitas gambar. Sensor inilah yang bertugas untuk menangkap cahaya dari lensa sehingga akhirnya bisa menghasilkan gambar. Perlu juga diperhatikan adalah ukuran sensor dan kualitas sensornya. Sayang sekali untuk mengetahui kualitas sensor yang digunakan hampir tidak mungkin bagi orang awam, jadi yang bisa digunakan sebagai patokan hanyalah ukuran sensornya.
Semakin besar ukuran sensor akan semakin bagus kualitas gambarnya. Sensor adalah salah satu bagian dari kamera yang harganya mahal, sehingga tentunya semakin besar ukuran sensornya akan semakin mahal kameranya. Ukuran sensor yang sering digunakan adalah seperti gambar berikut ini.
2. Lensa
Kalau kita membeli kamera DSLR (kamera yang lensanya bisa diganti-ganti), faktor lensa sangat berpengaruh terhadap kualitas gambar. Lensa yang bagus akan beda sekali hasil dan performanya dengan lensa yang pas-pasan. Tapi kalau Anda membeli kamera yang bukan DSLR (Digital Single Lens Reflector), baik kamera pocket ataupun kamera prosumer, faktor lensa ini boleh kita abaikan dan tidak perlu jadi bahan pertimbangan kita. Meskipun kamera tersebut menggunakan lensa Carl Zeiss, Leica, Schneider Kreuznach, dan lain sebagainya toh percuma saja karena produsen-produsen tersebut tetap harus menyesuaikan produknya dengan harga yang diminta.
Bila dilihat dari harga kamera yang berkisar antara 2-3 jutaan, maka besar untuk dipastikan produsen tadi hanya menggunakan lensa-lensa carl zeiss standar kebutuhan saja jadi bukan lensa dengan kualitas yang betul-betul top.
Lain halnya bila Anda menggunakan kamera DSLR. Saat Anda menggunakan lensa-lensa Leica atau Carl Zeiss, maka hasilnya akan meningkat secara significant, tapi tentu saja Anda harus merogoh kocek yang jauh lebih besar. Sebagai contoh, kalau menggunakan kamera Canon, bisa diketahui harga lensa jenis Canon 50 mm F1.4 kurang lebih 3 jutaan, sedangkan harga lensa Leica 50 mm F1.4 kurang lebih 30 juta.
3. Focal Length dan Zoom
Sebetulnya faktor ini adalah bagian dari lensa, tapi untuk bisa lebih fokus saat Anda memilih kamera-kamera pocket, maka dirasa faktor ini lebih baik bila dibahas terpisah. Focal Length inilah yang menentukan sudut pandang dari suatu lensa dan juga menentukan seberapa jauh suatu objek bisa kita dekatkan.
Satuan dari Focal length ini adalah mm. Misalnya 28-105 mm. Perlu diingat semakin Kecil angkanya, semakin lebar sudut pandangnya dan semakin jauh objeknya, semakin besar angkanya, semakin sempit sudut pandangnya dan semakin dekat objeknya.
Gambar di atas menunjukkan perbedaan Sudut pandang antara menggunakan lensa 10 mm dengan lensa 12 mm, di situ terlihat bahwa pada posisi yang sama, bila menggunakan lensa 10 mm akan menghasilkan gambar yang lebih lebar dibandingkan dengan menggunakan lensa 12 mm.
Gambar di bawah ini menunjukkan perbedaan jarak dengan objek. Disini menunjukkan bahwa semakin besar focal length, kita bisa memotret objek yang jaraknya lebih jauh. Gambar B1 menggunakan lensa 70 mm, sedang gambar B2 menggunakan lensa 200mm.
Focal length yang umum digunakan pada kamera pocket adalah 35-105 mm, 35-140 mm, 28-112 mm. Bila Anda menyukai foto pemandangan atau sering foto di ruangan yang sempit, sebaiknya mencari kamera yang memiliki lensa lebar, sekitar 28 mm. Kalau suka foto binatang atau foto-foto candid sebaiknya kita cari kamera yang memiliki focal length sampai 200 mm ke atas.
Mungkin bagi Anda yang masih awan dengan fitur optical zoom, maka ada baiknya Anda harus mengetahui dasar penghitungan optical zoom. Optical Zoom adalah rentang dari lensa. Misal lensa 28-112 mm, itu berarti optical zoomnya adalah 112 dibagi 28 = 4x optical zoom, kalau lensa 35-420 mm, itu berarti 420 dibagi 35 = 12x optical zoom.
Dengan pengertian ini, maka Anda tidak lagi gegabah dengan mengatakan bahwa kamera dengan optical zoom 12x akan lebih bagus dari kamera dengan optical zoom 4x. Itu semua tergantung kebutuhan.
Misalnya untuk contoh di atas, yaitu dengan menggunakan lensa 35-420 mm, kita akan nyaman sekali bila kita suka memfoto objek yang jaraknya jauh, maka Anda tidak perlu repot-repot mendekati objek, tapi cukup dengan menekan tombol zoom saja, maka lensa dari kamera lah yang akan maju, tapi bila berada di ruangan yang sempit, padahal kita hendak memfoto serombongan orang (misalnya 6 orang yang berdiri berjejer), mungkin sekali bahwa kamera kita tidak bisa mencakup ke enam objek tersebut, tapi kamera dengan lensa 28 mm akan sanggup melakukannya.
Digital Zoom adalah perbesaran objek secara software, secara kasar dapat kita katakan bahwa digital zoom ini adalah zoom boongan. Kenapa begitu ? Karena digital zoom akan mereduksi kualitas dari gambar, dan selain itu digital zoom masih dapat kita lakukan dengan menggunakan software komputer. Jadi digital zoom bukanlah point yang akan kita pakai dalam memilih kamera digital.
Tapi karena ketidaktahuan pemakai, para produsen sering menggunakan hal ini untuk menipu.
Disalin dari : " komputekonline.net "
Label: Hardware, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.54 0 komentar
Senin, 14 September 2009
Install dan konfigurasi FTP server di Linux Debian
- Install terlebih dahulu dengan perintah = apt-get install vsftpd
- Kemudian masukkan cd yang diminta
- Lalu konfigurasi dengan perintah = pico vsftpd.conf
- Dan masuk cd etc/
- Edit dan cari tanda pagar (#) pada kata
#anon_mkdir_write_enable = yes # dirmessage_enable = yes
- simpan dengan perintah ctrl+x, pilih yes tekan y
- lalu restart dengan perintah /etc/init.d/vsftpd restart
- masuk Control Panel
- pilih network and internet connection
- klik properties, pilih internet Protocol lalu isi IP nya
- pada kotak dialog DNS
- pada preferred DNS server ketiikan ip server nya
- pilih ok lalu close
- lalu buka Comment Prompt
- ketik ifconfig untuk mengecek dahulu IP kita yang dibuat barusan
- lalu ping ke IP server kita dengan mengetik FTP(spasi) ip server
- maka akan muncul
name ( 192.168.12.1 : root ) : delapan => memasukkan nama root misal : delapan
331 please specify the password
password : *** => memasukkan passwordnya
230 login successful remote system type is unix using binary mode to transfer files
- kemudian buat suatu directory dengan perintah mkdir
- pada ftp> mkdir deeyaan , kemudian tekan enter
- maka akan terdapat letak dimana direktory tersebut tersimpan
- berarti direktory tersebut berada di /home/delapan/deeyaan
- kemudian untuk dapat mengetahui directory tersebut dapat di baca server atau tidak cek di pc server dengan masuk dimana direktory tersebut berada
- kemudian ketik ls
- jika direktory yang kita buat di clien dapat dibaca di server berarti kita berhasil
Disalin dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Operating Sistem, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.05 0 komentar
Install dan konfigurasi DHCP SERVER di linux
SETTING DHCP SERVER
1. Install paket dhcp3-server.
# apt-get install dhcp3-server
2. Setelah semua instalasi selesai dilakukan. Edit file dhcpd.conf, namun terlebih dahulu anda bisa back-up file tersebut terlebih dahulu.
3. Buat file /etc/dhcp3/dhcp.conf berikut,
# /etc/dhcp3/dhcpd.conf
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address ;
option routers ;
option domain-name-servers 204.159.3.8>;
option domain-name ;
subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.10 192.168.2.100;
# Range IP yang disediakan
range 192.168.2.150 192.168.2.200;
}
4. Simpan file diatas, kemudian restart DHCP server.
# /etc/init.d/dhcp3-server restart
5. Setting pada Client untuk menggunakan setting DHCP.
6. Coba koneksikan Client-Server, kemudian lakukan ping untuk tes koneksi.
Apabila terdapat reply, berarti koneksi berhasil.
Disalin dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.01 0 komentar
