
Sebagian besar pengguna mail client kesulitan mengakses email2 lamanya ketika komputer sudah di instal ulang, akhirnya terpaksa harus mengakses lagi email2 lama via webmail gmail atau yahoomail atau email perusahaan melalui web browser, dan ketika melakukan konfigurasi ulang mail client harus mendownload semua email2 lama yang pasti akan membutuhkan waktu lama, apalagi ketika arsip email sudah mencapai ribuan pasti akan membutuhkan waktu yang sangant lama di tunjang dengan koneksi internet di negara tercinta yang mahal dan lambat akan sangat merepotkan!
Berikut ini sedikit tips untuk membackup email sebelum melakukan instalasi sistem operasi agar bisa di gunakan kembali setelah proses instalasi selesai tanpa harus mendownload email dari mail server!
1. Buka Microsoft Outlook
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export...].
3. Pada kotak dialog “Import and Export Wizard”, pilih [Export to a file], lalu klik [Next].
4. Pilih [Personal Folder File (.pst)], lalu klik [Next].
5. Pilih folder yang ingin Anda backup. Jika Anda ingin mem-backup seluruh folder, pilih Personal Folder dan beri tanda centang pada [Include subfolders], lalu klik [Next].
6. Tentukan nama file dan folder tempat hasil backup akan disimpan, lalu klik [Finish].
7. Jika Anda ingin agar file hasil backup Anda aman, beri password pada file tersebut. Jangan lupa untuk memilih option [Compressible Encryption], lalu klik [OK].
Kalau sudah mengikuti langkah2 di atas, tunggu untuk proses backup. Bila prosesnya sudah selesai, pindahkan file pst ke CD, DVD, atau USB flash disk, atau drive lain selain C:\ —pokoknya jangan di partisi sistem operasilah. Kemudian, Anda bisa format hard disk untuk instal Microsoft Windows anda!
Setelah proses instalasi Windows selesai anda bisa menginstal kembali Microsoft Outlook dan mengikuti langkah2 berikut untuk meng Import Email lama anda!
1. Masuk ke Microsoft Outlook
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export..].
3. Pada kotak dialog “Import and Export Wizard”, pilih [Import from another program or file], lalu klik [Next].
4. Pilih Personal Folder File (.pst), lalu klik [Next].
5. Tentukan nama file dan folder tempat file back-up Anda disimpan, lalu klik [Next].
6. Tentukan di folder mana Anda akan meletakkan file hasil impor, lalu klik [Finish].
Semoga Bermanfaat!
Disalin dari : www.ridhocyber.web.id
Minggu, 11 April 2010
Cara BackUp email dari Mail Client Microsoft Outlook
Label: INTERMEZO, Keamanan, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 22.46 0 komentar
Senin, 14 September 2009
Install dan konfigurasi FTP server di Linux Debian
- Install terlebih dahulu dengan perintah = apt-get install vsftpd
- Kemudian masukkan cd yang diminta
- Lalu konfigurasi dengan perintah = pico vsftpd.conf
- Dan masuk cd etc/
- Edit dan cari tanda pagar (#) pada kata
#anon_mkdir_write_enable = yes # dirmessage_enable = yes
- simpan dengan perintah ctrl+x, pilih yes tekan y
- lalu restart dengan perintah /etc/init.d/vsftpd restart
- masuk Control Panel
- pilih network and internet connection
- klik properties, pilih internet Protocol lalu isi IP nya
- pada kotak dialog DNS
- pada preferred DNS server ketiikan ip server nya
- pilih ok lalu close
- lalu buka Comment Prompt
- ketik ifconfig untuk mengecek dahulu IP kita yang dibuat barusan
- lalu ping ke IP server kita dengan mengetik FTP(spasi) ip server
- maka akan muncul
name ( 192.168.12.1 : root ) : delapan => memasukkan nama root misal : delapan
331 please specify the password
password : *** => memasukkan passwordnya
230 login successful remote system type is unix using binary mode to transfer files
- kemudian buat suatu directory dengan perintah mkdir
- pada ftp> mkdir deeyaan , kemudian tekan enter
- maka akan terdapat letak dimana direktory tersebut tersimpan
- berarti direktory tersebut berada di /home/delapan/deeyaan
- kemudian untuk dapat mengetahui directory tersebut dapat di baca server atau tidak cek di pc server dengan masuk dimana direktory tersebut berada
- kemudian ketik ls
- jika direktory yang kita buat di clien dapat dibaca di server berarti kita berhasil
Disalin dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Operating Sistem, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.05 0 komentar
Install dan konfigurasi DHCP SERVER di linux
SETTING DHCP SERVER
1. Install paket dhcp3-server.
# apt-get install dhcp3-server
2. Setelah semua instalasi selesai dilakukan. Edit file dhcpd.conf, namun terlebih dahulu anda bisa back-up file tersebut terlebih dahulu.
3. Buat file /etc/dhcp3/dhcp.conf berikut,
# /etc/dhcp3/dhcpd.conf
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address ;
option routers ;
option domain-name-servers 204.159.3.8>;
option domain-name ;
subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.10 192.168.2.100;
# Range IP yang disediakan
range 192.168.2.150 192.168.2.200;
}
4. Simpan file diatas, kemudian restart DHCP server.
# /etc/init.d/dhcp3-server restart
5. Setting pada Client untuk menggunakan setting DHCP.
6. Coba koneksikan Client-Server, kemudian lakukan ping untuk tes koneksi.
Apabila terdapat reply, berarti koneksi berhasil.
Disalin dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.01 0 komentar
CARA SETTING IP di LINUX
Label: Hardware, Keamanan, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.33 0 komentar
CARA SETTING IP DI WINDOWS XP
1. Klik START -> Masuk Control panel
2. Masuk ke Network Connection
3. Klik Local Area Connection
4. Pada tab General -> pilih Internet Protocol (TCP/IP) -> properties
5. Pada tab General -> pilih Use the following IP addres
6. Isikan no IP address ; no subnet mask ; Default gateway
7. Lalu pilih juga Use the following DNS server address
-> isikan sesuai no DNS server yang digunakan -> Preferred DNS server;Alternate server
8. Kemudian klik Advanced
9. Pada tab DNS tambahkan/add no DNS server yang tadi anda isikan pada Preferred DNS server ; Alternate server
10. Setelah itu saya OK.
11. Masuk Command Prompt -> ketik ipconfig
12. Lalu ketik ping (no ipaddress anda) -> enter
13. Dan ping juga (no ip default gateway anda) -> enter
14. Nah akhirnya connect jg dengan Internet
Label: Hardware, Keamanan, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.31 0 komentar
Pengertian Subnetting, Netmask, Network ID, Default Gateway & Broadcast
Subnetting
Kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 - 130.200.31.254 subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II :
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
Kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
NETMASK/SUBNETMASK
Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.
Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Gabungan antara IP dan Netmask inilah pengalamatan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi penulisan biasanya sbb :
IP : 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0
Suatu nomor IP kita dengan nomor IP tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.
Ketika kita berhubungan dengan komputer lain pada suatu jaringan, selain IP yang dibutuhkan adalah netmask. Misal kita pada IP 10.252.102.12 ingin berkirim data pada 10.252.102.135 bagaimana komputer kita memutuskan apakah ia berada pada satu jaringan atau lain jaringan? Maka yang dilakukan adalah mengecek dulu netmask komputer kita karena kombinasi IP dan netmask menentukan range jaringan kita.
Jika netmask kita 255.255.255.0 maka range terdiri dari atas semua IP yang memiliki 3 byte pertama yang sama. Misal jika IP saya 10.252.102.12 dan netmask saya 255.255.255.0 maka range jaringan saya adalah 10.252.102.0-10.252.102.255 sehingga kita bisa secara langsung berkomunukasi pada mesin yang diantara itu, jadi 10.252.102.135 berada pada jaringan yang sama yaitu 10.252.102 (lihat yang angka-angka tercetak tebal menunjukkan dalam satu jaringan karena semua sama).
Dalam suatu organisasi komersial biasanya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian personalia/HRD, Marketing, Produksi, Keuangan, IT dsb. Setiap bagian di perusahaan tentunya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Dengan beberapa alasan maka setiap bagian bisa dibuatkan jaringan lokal sendiri – sendiri dan antar bagian bisa pula digabungkan jaringannya dengan bagian yang lain.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu organisasi membutuhkan lebih dari satu jaringan lokal (LAN) agar dapat mencakup seluruh organisasi :
Teknologi yang berbeda. Dalam suatu organisasi dimungkinkan menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya. Semisal teknologi ethernet akan mempunyai LAN yang berbeda dengan teknologi FDDI.
Sebuah jaringan mungkin dibagi menjadi jaringan yang lebih kecil karena masalah performanasi. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.
Pembagian jaringan besar ke dalam jaringan yang kecil-kecil inilah yang disebut sebagai subnetting. Pemecehan menggunakan konsep subnetting. Membagi jaringan besar tunggal ke dalam sunet-subnet (sub-sub jaringan). Setiap subnet ditentukan dengan menggunakan subnet mask bersama-sama dengan no IP.
Pada subnetmask dalam biner, seluruh bit yang berhubungan dengan netID diset 1, sedangkan bit yang berhubungan dengan hostID diset 0.
Dalam subnetting, proses yang dilakukan ialah memakai sebagian bit hostID untuk membentuk subnetID. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk HostID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnetID, jumlah subnet yang dibentuk semkain banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi semakin sedikit.
Cara Pembentukan Subnet :
Misal jika jaringan kita adalah 192.168.0.0 dalm kelas B (kelas B memberikan range 192.168.0.0 – 192.168.255.255). Ingat kelas B berarti 16 bit pertama menjadi NetID yang dalam satu jaringan tidak berubah (dalam hal ini adalah 192.168) dan bit selanjutya sebagai Host ID (yang merupakan nomor komputer yang terhubung ke dan setiap komputer mempunyai no unik mulai dari 0.0 – 255.255). Jadi netmasknya/subnetmasknya adalah 255.255.0.0
Kita dapat membagi alokasi jaringan diatas menjadi jaringan yang kebih kecil dengan cara mengubha subnet yang ada.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
1. Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk
2. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah jaringan yang dibutuhkan :
1. Menentukan jumlah jaringan yang dibutuhkan dan merubahnya menjadi biner.
Misalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan. 255 11111111
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
Dari 255 11111111 jumlah bitnya adalah 8
3. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2.
Misal dari contoh diatas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.
Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)
Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx dengan netmash 255.255.255.0.
xxx menunjukkan hostID antara 0-255
Biasa ditulis dengan 192.168.0/24 192.168.0 menunjukkan NetID dan 24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).
Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.
Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah host adalah sebagai berikut :
1. Ubah IP dan netmask menjadi biner
IP : 192.168.1.0 11000000.10101000.00000000.00000000
Netmask : 255.255.255.0 11111111.11111111. 11111111.00000000
Panjang hostID kita adalah yang netmasknya semua 0 16 bit.
2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu jaringan dan rubah menjadi biner.
Misal dalam jaringan kita membutuhkan host 25 maka menjadi 11001.
3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner pada nomor 1. Dan angka inilah nanti sebagai jumlah host dalam jaringan kita.
Jumlah host 25 menjadi biner 11001 dan jumlah bitnya adalah 5.
4. Rubah netmask jaringan kita dengan cara menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan nomor 3.
Jadi netmasknya baru adalah 11111111.11111111.11111111.11100000
Identik dengan 255.255.255.224 jika didesimalkan.
Jadi netmask jaringan berubah dan yang awalnya hanya satu jaringan dengan range IP dari 1 -254 menjadi 8 jaringan, dengan setiap jaringan ada 30 host/komputer
Alokasi Range IP
1 192.168.1.0 – 192.168.1.31
2 192.168.1.32 – 192.168.1.63
3 192.168.1.64 – 192.168.1.95
4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
5 192.168.1.128 – 192.168.1.159
6 192.168.1.160 – 192.168.1.191
7 192.168.1.192 – 192.168.1.223
8 192.168.1.224 – 192.168.1.255
Nomor IP awal dan akhir setiap subnet tidak bisa dipakai. Awal dipakai ID Jaringan (NetID) dan akhir sebagai broadcast.
Misal jaringan A 192.168.1.0 sebagai NetID dan 192.168.1.31 sebagai broadcast dan range IP yang bisa dipakai 192.168.1.1-192.168.1.30.
IP ADDRESS
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut.
Contoh IP address untuk cisco.com adalah 202.93.35.9 untuk www.ilkom.unsri.ac.id dengan IP nya 202.39.35.9
Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000
o 1 o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID,
Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya.
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.
Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan karena sebagai valid host id, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C 191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.
Catatan :
• alamat Network ID dan Host ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut floaded broadcast
• alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
Dari gambar dibawah ini perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang paling sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak dikarenakan hanya oktat pertama yang digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.
Untuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka perhatikan octet 8 bit pertamanya.
Pada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.
Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untuk hostnya, dengan memperhatikan
2 24 – 2 = 16.777.214 host
N ; jumlah bit terakhir dari kelas A
(2) adalah alamat loopback
Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host
2 16 – 2 = 65.534
Pada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk alamat host.
2 8 – 2 = 254
Nomor IP terdiri dari 32 bit yang didalamnya terdapat bit untuk NETWORK ID (NetID) dan HOST ID (HostID). Secara garis besar berikut inilah pembagian kelas IP secara default
GATEWAY/ROUTER
Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.
Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.
Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).
Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.
DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)
Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.
Itulah beberapa bahasan awal yang akan mengantar kita ke pembahasan inti selanjutnya.
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu.
Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 alamat untuk menerima paket : pertama adalah nomor IP yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada nomor IP menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
Disalin Dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.20 1 komentar
Kamis, 20 Agustus 2009
Mau Program, Games, Movies, Wallpaper terbaru untuk PC.
situs yang menyediakan aplikasi-aplikasi update yang telah di crack dan siap didownload berisi tentang :
1. Programmer :
* Utilities / Office
* Multimedia / Design
* Internet / Network
* Security
* Operating System
* Desktop Tool
2. PC Games :
* Ripped Games
* ISO Games
* Casual Games
3. Movies :
* R5 Movies
* m-HD Movies
* 720p HD Movies
* Documentaries
4. Wallpapers
Selengkapnya Di egydown.com
Label: DownLoads, Keamanan, Operating Sistem, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 08.02 0 komentar
Rabu, 19 Agustus 2009
Tips Membeli Laptop Bekas
Untuk mendapatkan laptop bekas yang ideal, hal-hal berikut perlu diperhatikan:
1. Usahakan membeli di toko. Jika anda membeli langsung dari pemilik laptop, sebisa mungkin anda harus mengenali orang tersebut. Karena jika ada masalah di kemudian hari, anda bisa meminta konfirmasi ke pemiliknya. Biasanya ada masalah pada sistem terkait password yang digunakan pemilik sebelumnya. Anda harus memastikan semua informasi yang diberi password sudah anda miliki.
2. Tetapkan dana sesuai kemampuan anda. Harga laptop bekas bervariasi, mulai dari Rp3 juta sampai Rp5 juta, tergantung kondisi fisik laptop.
3. Periksa kondisi baterai. Ketika membeli, usahakan agar meminta laptop dinyalakan terlebih dahulu. Tunggu beberapa lama hingga dirasa cukup mengenali daya tahan baterai. Jika baterai hanya bisa bertahan kurang dari satu jam maka laptop sedang tidak berada di kondisi yang bagus. Dengan demikian, anda bisa menawar lebih rendah lagi.
4. Periksa kelengkapan laptop seperti charger, CD Driver, dan buku manual. Usahakan semuanya masih lengkap. Kalau kurang, sebaiknya tidak usah dibeli karena bisa merepotkan. Walhasil, anda tidak akan bisa menggunakan laptop dengan sempurna.
5. Perhatikan spesifikasi. Hal ini bisa dilihat dari jenis prosesor yang dipakai, besaran memori, hingga jenis kartu grafis. Jika sebuah laptop sudah mencantumkan logo Intel Centrino, berarti di dalamnya sudah terkandung komponen khusus yang memungkinkan laptop mengakses data secara nirkabel.
6. Saat anda membeli laptop bekas, perhatikan juga sisi-sisi pada layarnya, apakah banyak titik piksel yang mati atau tidak. Semakin banyak titik yang mati maka mutu laptop akan semakin menurun.
7. Garansi. Biasanya laptop bekas ada garansi dari toko, sekitar satu bulan. Jika ada masalah sampai di rumah dan masih dalam waktu garansi, anda bisa meminta pertanggungjawaban toko.
8. Lihat isi sistem. Apakah masih berjalan dengan baik atau banyak eror. Kalau ternyata sistem operasinya bermasalah, instal ulang saja di toko bersangkutan.
Disalin dari : " techno.okezone.com "
Label: Hardware, Keamanan, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 09.03 0 komentar
Senin, 10 Agustus 2009
Driving Skills For Life (DSFL)

PROGRAM Driving Skills For Life (DSFL) diresmikan di Amerika Serikat pada 2003 oleh unit nirlaba dari Ford Motor Company Fund, US Governors Highway Safety Association dan panelis-panelis ahli keselamatan untuk memberikan program edukasi dan advokasi kepada 'pengendara awal' tentang keterampilan berkendara aman.
DFSL memiliki 3 aspek
- Smart Driving - Protecting Lives - Saving Fuel.
Smart Driving dibagi dalam 3 kategori
- Defensive Driving - Safety Driving - Eco Driving
Defensive Driving: Adalah perilaku mengemudi yang membuat kita terhidar dari masalah, baik yang disebabkan orang lain maupun diri sendiri atau dengan kata lain merupakan pendekatan intelektual tentang bagaimana cara mengemudi dengan aman, benar, efisien dan bertanggung jawab.
Dengan kata lain defensive driving menitik beratkan pada tata krama di jalan raya dengan menanamkan sikap selalu berfikir positif. Defensive driving lebih mengedepankan intelektualitas dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi.
Instruktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Dodi Budiono menyontohkan, "Jika perjalanan kita 'dipotong' oleh pengendara lain, biarkan saja dan tumbuhkan sikap positif misalnya anggap saja ia sedang buru-buru mau ke rumah sakit, istrinya mau melahirkan atau alasan apapun untuk bisa memaklumi pengendara seperti itu."
Kalau kita melakukan pembalasan dengan 'memotong'nya lagi, tambah Dodi, tak akan ada habisnya dan tak ada gunanya, meski kita bermaksud hendak memberikan pendidikan dan mengingatkan. "Ada pepatah, yang waras yang ngalah. Itu saja kita jadikan pegangan daripada menguras energi yang tak perlu," tambah Dodi di Acara DSFL yang digelar di Lemdiklat POLRI Cikeas, Cibubur (7/8).
Safety Driving: Berkendara dengan keterampilan dan pengalaman berdasarkan standar keselamatan dan cara cara berkendara aman dan benar, diditambah dengan sikap mental positif dan kewaspadaan secara terus menerus.
"Safety driving lebih cenderung pada teknik, ketrampilan, dan kemampuan kita dalam mengemudikan kendaraan, dan umumnya pengendara yang sudah bertahun-tahun sudah memilikinya, meski ada beberapa hal kecil yang luput dari perhatiannya," tutur Dodi.
Dodi menyontohkan, biasanya kewaspadaan akan berkurang jika pengendara sudah terbiasa melewati rute tertentu. "Kasarnya, merem aja juga udah pasti nyampe," guyonnya.
Padahal, lanjutnya, lewat rasa percaya diri yang berlebihan, justru akan mengurangi kewaspadaan. "Sesekali kita mengubah rute yang biasa kita lewati untuk tetap melatih kewaspadaan kita," anjurnya.
Eco Driving: Teknik berkendara dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar defensive driving dan safety driving agar tercapai tujuan utamanya yaitu berkendara dengan efisien (hemat bbm) serta mengurangi kadar polusi (ramah lingkungan).
"Lakukanlah perpindahan gigi pada rpm yang rendah antara 1.500-2.500rpm, tenang dan senyaman mungkin. Kencang sah-sah saja tetapi dengan kecepatan terukur dan tetap menerapkan cara mengemudi yang aman dan nyaman," ujar Dodi menyarankan.
PROGRAM Driving Skills For Life (DSFL) diresmikan di Amerika Serikat pada 2003 oleh unit nirlaba dari Ford Motor Company Fund, US Governors Highway Safety Association dan panelis-panelis ahli keselamatan untuk memberikan program edukasi dan advokasi kepada 'pengendara awal' tentang keterampilan berkendara aman.
Program ini juga telah digelar di Indonesia oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) sejak Agustus tahun lalu dan kini program tersebut kembali dilanjutkan pada Jumat (7/8) lalu dengan mengundang sejumlah wartawan sebagai pesertanya.
Pada program yang digelar untuk kedua kali pada Jumat (7/8) ini, Driving Skills For Life (DSFL) memberikan 10 tips dalam berkendara beserta penjabarannya yang disampaikan oleh Instruktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) Dodi Budiono, yaitu:
1. Sabuk keselamatan (seatbelt)
2. Kaca spion (mirror)
3. Pengemudi yang defensive
4. Gangguan dalam berkendara
5. Menjaga jarak aman.
6. Pengoperasian gigi transmisi yang paling ideal
7. Menggunakan momentum kendaraan.
8. Mematikan mesin kendaraan
9. Memeriksa kendaraan sebelum dijalankan
10. Menghemat BBM dengan mengurangi bobot
1. SABUK KESELAMATAN (Seatbelt/safety belt)
Perangkat ini mampu melindungi penggunanya dari cedera yang lebih serius pada kecelakaan. Pemakaian seatbelt yang benar dapat menahan tubuh tidak terbentur dengan roda kemudi (setir) dan kaca depan, terlontar keluar lewat kaca depan maupun samping saat terjadi kecelakaan fatal.
Biasakan mengenakan sabuk keselamatan sebelum Anda memutar kunci kontak, meski hanya untuk memindahkan parkir mobil sekalipun karena kita tak tahu kapan musibah akan datang.
Kenakanlah sabuk keselamatan dengan benar dan jangan terlipat karena justru bisa mencederai dan mengganggu fungsinya saat terjadi kecelakaan.
Penggunaan perangkat ini juga suatu keharusan bagi penumpang begian belakang karena sudah ditemui kasus kecelakaan pada sebuah sedan berisi 5 penumpang. Seluruh penumpang mengenakan sabuk keselamatan dan hanya seorang saja yang tidak.
Akibatnya 3 tewas dan yang lainnya kritis dan satu orang cedera berat yang diakibatkan justru akibat terbentur oleh penumpang yang tak mengenakan sabuk keselamatan.
Wanita hamil pun wajib menggunakannya. "Posisi sabuk bagian bawah yang benar adalah dikenakan di bawah perut," jelas Instruktur IDDC, Dodi Budiono.
2. KACA SPION (Mirror)
Umumnya pengemudi tak menyesuaikan kaca spion dan tidak mengoptimalkan. Padahal perangkat ini penting untuk memantau kondisi belakang kendaraan dan mengurangi blind spot.
Blind spots adalah daerah dimana pengemudi tak bisa terlihat oleh pengendara baik secara langsung karena terhalang maupun daerah yang tak terjangkau melalui kaca spion. Makin besar ukuran kendaraan, makin besar area blind spots-nya.
Karena spion dan mata anda tak bisa sekaligus melihat seluruh sekeliling kendaraan Anda, sebaiknya saat berpindah jalur lakukan prosedur tetap yaitu, nyalakan lampu sinyal (sein), lihat spion dan shoulder check/head check (menoleh sejenak untuk memastikan tak ada kendaraan lain).
3. DEFENSIVE DRIVING (Pengemudi yang defensif)
Ada 4 kunci dalam hal defensive driving:
- Alertness/Kewaspadaan (pada kondisi dan hal apapun)
- Awareness/Kesadaran (atas resiko yang dapat timbul pada saat berkendara)
- Attitude/Perilaku (tata krama berkendara)
- Anticipation/Antisipasi (bereaksi cepat menghindari resiko)
Defensif driver harus bersifat:
ALTRUISTIC: Sifat mementingkan orang banyak dan pemaaf.
- Tidak egois dan adil pada pengguna jalan lain yang memiliki hak yang sama.
- Selalu waspada pada kemungkinan kesalahan yang disebabkan pengguna jalan lain.
- Takut menyebabkan celaka bagi orang lain dan kerusakan barang.
- Menerapkan cara-cara mengemudi yang aman dan benar.
KINDNESS: Baik hati
- Mengemudi bersikap santai.
- Mempertahankan hati pada kondisi positif.
- Berfikir positif dan selalu memberikan alasan masuk akal pada cara-cara mengemudi pengguna jalan lain.
Misalnya saat pengendara lain 'memotong' jalan dengan tergesa-gesa dan tidak sopan, anggap saja ia tengah dikejar waktu untuk menengok anaknya yang sakit atau apa saja untuk membuat kita tidak terprovokasi.
CALMNES: Sikap tenang santai dan tidak tegang.
- Selalu tenang dan menghindari setiap provokasi dari pengguna jalan lain.
- Selalu menganalisa situasi jalan terhadap apa yang sedang terjadi.
- Selalu mengemudi berdasarkan standar keselamatan yang berlaku.
- Sopan dalam mengemudi dan selalu mengontrol emosi.
SOCIAL RESPONSIBILITY: Beranggung jawab sosial
- Memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.
- Mau berbagi hak dengan pengguna jalan lain.
- Dapat mengendalikan emosi dan tak terprovokasi.
- Berbudaya keselamatan (safety culture).
Disalin dari : " mediaoto.com " " mediaoto.com " " mediaoto.com "
Label: INTERMEZO, K3, Keamanan, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 20.34 0 komentar
Sabtu, 25 Juli 2009
Phobia Atau Ketakutan Yang Berlebih

Rasa takut merupakan reaksi manusiawi yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan bagi seseorang pada saat menghadapi bahaya. Ketakutan adalah emosi yang muncul pada saat orang menghadapi suatu ancaman yang membahayakan hidup atau salah satu bidang kehidupan tertentu. Ketakutan biasa disebut dengan tanda peringatan terhadap hidup, peringatan agar berhenti, melihat atau mendengarkan.
Setiap manusia dihadapkan pada peringatan serta ancaman yang sangat menuntut perhatian. Rasa takut betul-betul memperlambat dan mengendalikan sejumlah besar emosi psikosomatis.
Salah satu tujuan dari pengendalian adalah untuk membantu seseorang untuk menghindarkan diri dari bahaya dan mengatasinya. Bila seseorang diliputi rasa takut, kebahagiaan maupun sukses kita terancam, orang itu sering mengalami rasa nyeri pada perut, telapak tangan berkeringat, jantung berdenyut kencang, malas bergerak, gagap bicara dan lain sebagainya.
Berhadapan dengan situasi yang menakutkan, reaksi orang berbeda-beda, ada orang yang tidak takut pada si anjing itu sendiri, tetapi mereka takut mendengar gonggongannya. Tapi ada orang lain yang tidak terganggu gonggong anjing. Ada orang lain yang sungguh-sungguh takut terhadap halilintar, sedang orang lain tidak. Adalah normal pada saat menghadapi bahaya tertentu orang merasa takut dan tingkat ketakutan itu biasanya sebanding dengan besar-kecilnya bahaya.
Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa penyebab obyektif dari rasa takut itu justru dilupakan seseorang, sehingga reaksinya terasa lebih berat, lebih cepat dan lalu menimbulkan kepanikan. Rasa takut yang sedemikian hebat ini sangat tidak sebanding dengan penyebabnya. Inilah reaksi neurotik murni. Ketakutan inilah yang kita sebut dengan “Phobia”.
Orang lain sudah hampir pingsan hanya karena ada ular mendekatinya. Ketakutan neurotik menunjukkan adanya reaksi-emosional yang tak sebanding dengan rangsangan. Dengan kata lain penyebab obyektif dari reaksi emosional dan ketakutaannya sama sekali tidak diperhitungkan.
Disalin dari : seruu.com
Label: INTERMEZO, Keamanan, Kesehatan
Diposting oleh Joko Purnomo di 16.18 0 komentar
Rabu, 08 Juli 2009
Cari Tahu Kondisi Blackberry mu

Everyone loves Blackberry. Saking cintanya, apapun akan dilakukan demi mendapatkan gadget berkeypad lengkap buatan Kanada ini. Ya, apapun. Mulai dari menjual handphone yang ada, menodong orang tua, memangkas uang jajan untuk ditabung, atau membeli dengan kartu kredit.
Bahkan tidak sedikit yang memutuskan membeli Blackberry BM yang tentunya tidak dilengkapi garansi resmi dari manufaktur.
Tapi kerap kali keputusan membeli Blackberry di luar gerai resmi Blackberry menimbulkan masalah di kemudian hari. Mulai dari PIN yang tidak bisa dipakai lagi, gadget yang sudah rusak atau masih terkunci untuk operator lokal.
Agar nasi tidak terlanjur menjadi bubur, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut untuk memastikan Blackberry Anda baru dan asli:
1. Pertama dan terutama, usahakan membeli Blackberry hanya di gerai resmi Blackberry. Salah satunya adalah BlackBerry Branded Outlet by Indosat, gerai khusus Blackberry pertama di dunia. Di sini Anda tidak hanya bebas memilih dan mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, tapi juga bisa mencoba kemampuan multimedia Blackberry dan mendownload software secara gratis.
2. Bila Anda mendapatkan Blackberry dari luar negeri, pastikan barang yang Anda pegang sudah unlocked alias tidak terkunci. Untuk memastikan hal tersebut, pertama silahkan cek untuk status Sim card Networknya dengan masuk ke Option>Advanced Pption>Sim Card>ketik MEPD. Kalau status SIM Active berarti handheld tersebut masih LOCK. Tapi kalau status SIM Disable maka Handheld tersebut sudah Unlocked. Kedua, masukkan kartu seluler dari operator lokal dan coba menelpon dan menerima telpon. Bila semua berjalan lancar, berarti Blackberry tersebut bebas digunakan dengan kartu seluler apapun.
3. Coba baui Blackberry yang baru Anda beli. Blackberry yang benar-benar baru biasanya mengeluarkan aroma metal bercampur kulit. Aromanya sangat khas. Bila Anda adalah pengguna pertama Blackberry, jangan ragu-ragu meminta tolong teman untuk memastikan apakah produk yang Anda beli baru atau bekas.
4. PIN dan IMEI di handset Blackberry Anda harus sama persis dengan PIN dan IMEI di kardusnya. Kalau ada perbedaan, berarti terjadi pengkloningan pada kedua nomor penting tersebut.
5. Cek kondisi baterei Blackberry. Perhatikan juga bagian ujungnya yang biasanya lebih mudah tergores saat Blackberry terjatuh. Jangan pernah terperdaya oleh dus atau segel plastik, karena semua kemasan barang bisa dibuat sendiri.
6. Cara berikut merupakan langkah paling valid untuk mengetahui keaslian dan kondisi Blackberry. Pada menu status yang ada di dalam Options, ketik kata “Buyr”. Seketika akan muncul lifetime, data voice dan data usage. Kalau barang yang Anda miliki diklaim sebagai barang baru, maka angka yang keluar pasti angka 0 atau lebih sedikit sebagai akibat dari pengetesan produk.
Disalin dari "ads2.kompas.com
Label: Hardware, Keamanan, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 17.09 0 komentar
Selasa, 31 Maret 2009
Awas, Layanan Gratisan di Internet Bisa Jadi 'Ember'
Tak ada yang bisa menjamin data yang terdapat di internet tak bakal disalahgunakan. Terlebih di layanan gratisan, hati-hati informasi yang Anda ungkapkan berpotensi dibocorkan.
Demikian kekhawatiran dari M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) ketika berbincang dengan detikINET, Senin (30/3/2009).
"Apalagi jika itu layanan asing yang gratis, kita tidak bakal tahu mengenai keselamatan datanya. Seperti milis-milis di yahoogroups atau layanan lainnya," ujar pria dengan nama panggilan Didin Pataka ini.
Hal ini, lanjut Didin, tentunya sangat mengkhawatirkan. Sebab, layanan tersebut seringkali digunakan pengguna internet Indonesia sebagai forum untuk membicarakan pekerjaan, kebobrokan perusahaan hingga negara ataupun informasi sensitif lainnya.
"Milis karyawan misalnya, ada juga yang pakai layanan gratisan. Di dalamnya mereka membicarakan perusahaan tempatnya bekerja," imbuhnya.
Hal ini sangat berbeda sekali dengan kebijakan yang dilakukan di China. Dikisahkan Didin, pernah suatu kali dirinya berbicara dengan orang informasi asal Negeri Tirai Bambu itu. Katanya, di China mereka punya nondisclosure agreement dengan para penyedia layanan online.
"Jadi kalau data-data seperti yang ada di Yahoo dan Google akan jadi milik pemerintah China. Dan mereka (penyedia layanan-red.) mau, karena pasar di China sangat besar," tukas Didin
dukutip dari : "www.detiknet.com"
Label: Keamanan
Diposting oleh Joko Purnomo di 09.11 0 komentar






