[Info Only] Daftar perintah2 penting di RUN :)
Code:Accessibility Controls - access.cpl
Add Hardware Wizard - hdwwiz.cpl
Add/Remove Programs - appwiz.cpl
Administrative Tools - control admintools
Automatic Updates - wuaucpl.cpl
Bluetooth Transfer Wiz - fsquirt
Calculator - calc
Certificate Manager - certmgr.msc
Character Map - charmap
Check Disk Utility - chkdsk
Clipboard Viewer - clipbrd
Command Prompt - cmd
Component Services - dcomcnfg
Computer Management - compmgmt.msc
Date / Time Properties - timedate.cpl
DDE Shares - ddeshare
Device Manager - devmgmt.msc
Direct X Control Panel - directx.cpl
Direct X Troubleshooter - dxdiag
Disk Cleanup Utility - cleanmgr
Disk Defragment - dfrg.msc
Disk Management - diskmgmt.msc
Disk Partition Manager - diskpart
Display Properties - control desktop
Display Properties - desk.cpl
Display Properties - control color (w/Appearance Tab Preselected)
Dr. Watson - drwtsn32
Driver Verifier Utility - verifier
Event Viewer - eventvwr.msc
File Signature Verification Tool - sigverif
Findfast - findfast.cpl
Folders Properties - control folders
Fonts - control fonts
Fonts Folder - fonts
Free Cell Card Game - freecell
Game Controllers - joy.cpl
Group Policy Editor (XP Prof) - gpedit.msc
Hearts Card Game - mshearts
Iexpress Wizard - iexpress
Indexing Service - ciadv.msc
Internet Properties - inetcpl.cpl
Java Control Panel (If Installed) - jpicpl32.cpl
Java Control Panel (If Installed) - javaws
Keyboard Properties - control keyboard
Local Security Settings - secpol.msc
Local Users and Groups - lusrmgr.msc
Logs You Out Of Windows - logoff
Microsoft Chat - winchat
Minesweeper Game - winmine
Mouse Properties - control mouse
Mouse Properties - main.cpl
Network Connections - control netconnections
Network Connections - ncpa.cpl
Network Setup Wizard - netsetup.cpl
Notepad - notepad
Nview Desktop Manager - nvtuicpl.cpl
(If Installed)
Object Packager - packager
ODBC Data Source Admin - odbccp32.cpl
On Screen Keyboard - osk
Opens AC3 Filter (If Installed) - ac3filter.cpl
Password Properties - password.cpl
Performance Monitor - perfmon
Phone and Modem Options - telephon.cpl
Power Configuration - powercfg.cpl
Printers and Faxes - control printers
Printers Folder - printers
Private Character Editor - eudcedit
Quicktime (If Installed) - QuickTime.cpl
Regional Settings - intl.cpl
Registry Editor - regedit
Registry Editor - regedit32
Remote Desktop - mstsc
Removable Storage - ntmsmgr.msc
Removable Storage - ntmsoprq.msc
Operator Requests
Resultant Set of Policy (XP Prof) - rsop.msc
Scanners and Cameras - sticpl.cpl
Scheduled Tasks - control schedtasks
Security Center - wscui.cpl
Services - services.msc
Shared Folders - fsmgmt.msc
Shuts Down Windows - shutdown
Sounds and Audio - mmsys.cpl
Spider Solitare Card Game - spider
SQL Client Configuration - cliconfg
System Configuration Editor - sysedit
System Configuration Utility - msconfig
System Properties - sysdm.cpl
Task Manager - taskmgr
Telnet Client - telnet
User Account Management - nusrmgr.cpl
Utility Manager - utilman
Windows Firewall - firewall.cpl
Windows Magnifier - magnify
Windows Management Infrastr. - wmimgmt.msc
Windows System Security Tool - syskey
Windows Update Launches - wupdmgr
Windows XP Tour Wizard - tourstart
Wordpad - write
[b][u]CMD Commands[b][u]
IP Configuration (Display Connection Configuration) ipconfig /all
IP Configuration (Display DNS Cache Contents) ipconfig /displaydns
IP Configuration (Delete DNS Cache Contents) ipconfig /flushdns
IP Configuration (Release All Connections) ipconfig /release
IP Configuration (Renew All Connections) ipconfig /renew
IP Configuration (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) ipconfig /registerdns
IP Configuration (Display DHCP Class ID) ipconfig /showclassid
IP Configuration (Modifies DHCP Class ID) ipconfig /setclassid
System File Checker Utility (Scan Immediately) sfc /scannow
System File Checker Utility (Scan Once At Next Boot) sfc /scanonce
System File Checker Utility (Scan On Every Boot) sfc /scanboot
System File Checker Utility (Return to Default Setting) sfc /revert
System File Checker Utility (Purge File Cache) sfc /purgecache
System File Checker Utility (Set Cache Size to size x) sfc /cachesize=x
Buat teman2 teknisi pasti banyak yang belum tahu aku juga baru dapat jadi dari pada ilang kan sayang aku taro aja skalian di blog jadi kalo lupa tinggal liat aja
Semoga bermanfaat
Disalin dari : howto-bagaimana.blogspot.com
Senin, 12 April 2010
Daftar Perintah Di (Run) Pada Windows XP
Label: Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 08.15 0 komentar
Minggu, 11 April 2010
Cara BackUp email dari Mail Client Microsoft Outlook

Sebagian besar pengguna mail client kesulitan mengakses email2 lamanya ketika komputer sudah di instal ulang, akhirnya terpaksa harus mengakses lagi email2 lama via webmail gmail atau yahoomail atau email perusahaan melalui web browser, dan ketika melakukan konfigurasi ulang mail client harus mendownload semua email2 lama yang pasti akan membutuhkan waktu lama, apalagi ketika arsip email sudah mencapai ribuan pasti akan membutuhkan waktu yang sangant lama di tunjang dengan koneksi internet di negara tercinta yang mahal dan lambat akan sangat merepotkan!
Berikut ini sedikit tips untuk membackup email sebelum melakukan instalasi sistem operasi agar bisa di gunakan kembali setelah proses instalasi selesai tanpa harus mendownload email dari mail server!
1. Buka Microsoft Outlook
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export...].
3. Pada kotak dialog “Import and Export Wizard”, pilih [Export to a file], lalu klik [Next].
4. Pilih [Personal Folder File (.pst)], lalu klik [Next].
5. Pilih folder yang ingin Anda backup. Jika Anda ingin mem-backup seluruh folder, pilih Personal Folder dan beri tanda centang pada [Include subfolders], lalu klik [Next].
6. Tentukan nama file dan folder tempat hasil backup akan disimpan, lalu klik [Finish].
7. Jika Anda ingin agar file hasil backup Anda aman, beri password pada file tersebut. Jangan lupa untuk memilih option [Compressible Encryption], lalu klik [OK].
Kalau sudah mengikuti langkah2 di atas, tunggu untuk proses backup. Bila prosesnya sudah selesai, pindahkan file pst ke CD, DVD, atau USB flash disk, atau drive lain selain C:\ —pokoknya jangan di partisi sistem operasilah. Kemudian, Anda bisa format hard disk untuk instal Microsoft Windows anda!
Setelah proses instalasi Windows selesai anda bisa menginstal kembali Microsoft Outlook dan mengikuti langkah2 berikut untuk meng Import Email lama anda!
1. Masuk ke Microsoft Outlook
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export..].
3. Pada kotak dialog “Import and Export Wizard”, pilih [Import from another program or file], lalu klik [Next].
4. Pilih Personal Folder File (.pst), lalu klik [Next].
5. Tentukan nama file dan folder tempat file back-up Anda disimpan, lalu klik [Next].
6. Tentukan di folder mana Anda akan meletakkan file hasil impor, lalu klik [Finish].
Semoga Bermanfaat!
Disalin dari : www.ridhocyber.web.id
Label: INTERMEZO, Keamanan, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 22.46 0 komentar
Minggu, 11 Oktober 2009
REASON 4.01 : SOFTWARE AJAIB UNTUK STUDIO MUSIK
Sejak awal, Propellerhead Reason 4 telah membuat banyak orang kagum. Tak berlebihan jika software yang dibuat oleh programer Swedia ini disebut sebagai software ajaib.
Konsep Reason sebenarnya sederhana yaitu sebuah software dimana seorang musisi dapat memperoleh apapun yang ia perlukan untuk membuat sebuah lagu. Lalu apa bedanya Reason dengan software lain seperti Nuendo atau Protools? Kedua program tersebut memiliki fungsi yang lebih umum yaitu merekam suara, kemudian disusul dengan kemampuan mengolah data MIDI untuk memainkan virtual instruments. Reason bukanlah pesaing kedua program tersebut, justru ia adalah pelengkap yang sangat baik untuk keduanya. Reason dapat dihubungkan dengan Nuendo maupun Protools dengan sebuah sistem yang disebut Rewire.
Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa Reason adalah sebuah virtual instruments. Hanya saja lebih dari sekedar virtual instruments, Reason merupakan suatu emulasi lengkap dari sebuah studio musik. Apapun yang kita temui di sebuah studio dapat kita temukan di dalam Reason.
Reason menganut sistem Closed Architecture, dimana Propellerhead Software tidak mengundang pihak ketiga untuk membuat plugins bagi Reason. Hal ini lain dengan apa yang terjadi di dunia VST maupun RTAS (lihat di komputek edisi-edisi sebelumnya). Dalam platform ini banyak sekali plugins yang dibuat oleh pihak ketiga.
Sistem tertutup ini membuat Reason memiliki komponen yang terbatas, karena tidak memiliki plugins, namun hal ini sekaligus menjadi kekuatan Reason. Karena tidak menerima plugins dari pihak ketiga, artinya Reason terbebas dari kemungkinan crash yang disebabkan ketidakcocokkan kode pemrograman antara plugins dan host. Hal ini membuat Reason sangat stabil, hampir bisa dikatakan tidak pernah crash, sesuatu yang sangat diperlukan oleh sebuah program musik profesional. Bayangkan kita sedang dikejar deadline oleh client kita, tiba-tiba sofware kita crash atau hang, job kita bisa melayang.
Di atas Kami katakan bahwa Reason memiliki komponen yang terbatas. Jangan salah sangka dulu, terbatas bukan berarti tidak lengkap. Berikut ini Kami akan paparkan devices (alat-alat) apa saja yang ada dalam Reason.
1. Mixer 14:2
Sebuah Virtual Mixer dengan 14 input dan 2 output.. Mixer ini (disebut juga sebagai Remix 14:2) memiliki fasilitas lengkap seperti send dan return serta equalizer. Ingat! dalam Reason kita dapat membuat berapapun devices yang kita inginkan. Anda butuh 4 mixer? No problemo! Reason akan membuatnya dan men-chain-nya secara otomatis untuk anda.
2. Maelstrom dan Substractor Analog Synthesizer
Anda menginginkan suara-suara synth analog? Pingin seperti Muse yang mengabungkan musik retro ke rock modern? Pakailah dua synthesizer ini! Keduanya banyak mendapat pujian karena reaksinya yang benar-benar mirip synth analog. Dua tekanan keyboard yang sama tidak akan menghasilkan suara yang sama, benar-benar seperti analog.
3. Dr Rex Loops Player
Anda suka menggunakan Loops? Dr Rex akan memainkannya untuk anda. Bukan hanya memainkan, tetapi juga memanipulasi loops tersebut secara lengkap. Sebutkan saja yang anda perlukan : time stretch, tempo changing, pitch shift, filtering dan lain sebagainya, bukan masalah bagi Dr. Rex. Format Loops yang dimainkan mempunyai extension *.rx2. File ini sebenarnya adalah file *.wav yang telah di-slice (dipotong-potong) oleh sebuah program khusus bernama Recycle.
4. NN-XT Advanced Sampler
Untuk suara-suara instrumen yang natural seperti Piano, Gitar Akustik dsb, gunakanlah NN-XT. Dia sanggup memainkan pula suara-suara dalam format Soundfonts dan AKAI.
Semua devices yang ada dalam Reason dihubungkan oleh kabel-kabel, hal ini persis dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Anda dapat mengatur sendiri routing kabel tersebut sesuai keinginan, asyik kan? Untuk melihat routing kabel, anda tinggal tekan tombol tab untuk masuk ke modus back panel.
Sound-sound yang ada dalam Reason, dibungkus dalam sebuah file besar yang disebut Refill. Dua Refill utama yang ada dalam Reason adalah Factory Soundbank (sound standar Reason) dan Orkester Soundbank (khusus suara Orkestra).
Kabar baiknya adalah, untuk urusan suara instrumen, Propellerhead membuka kesempatan untuk 3rd party developer membuatnya. File – file refill ini akan banyak anda temui di internet, mulai dari yang freeware sampai yang komersial. Sebuah situs yang bagus untuk mulai mencari refill yang gratis adalah www.peff.com.
Refill ini membuka suatu cakrawala baru buat Reason, karena membuatnya menjadi Expandable (dapat dikembangkan). Sample-sample suara terbaru seperti Reason Pianos dan Reason Electric Bass yang direkam dengan metode Hypersampling, seakan-akan menginjeksikan kekuatan baru ke Reason.
Mau lebih lagi? sebenarnya masih banyak devices dalam Reason yang belum Kami bahas. Beberapa akan Kami sebutkan dengan singkat:
• MClass Compressor, sebuah compressor kelas mastering, salah satu dari banyak efek dalam Reason. Jika anda ingin belajar lebih langut tentang Compressor, kunjungilah www.my-musics.com dapatkan sebuah ebook gratis tentang Compressor di sana.
• RV7000 Advanced Reverb, sebuah Reverb yang memiliki tail (ekor suara) yang sangat lembut. Sebuah Reverb berkualitas tinggi dan sanggup mensimulasikan banyak ruangan.
• Thor Polysonic Synthesizer, sebuah synthesizer yang terlalu kompleks untuk dijabarkan, namun mudah digunakan. Suara nya mantap habis dan cara kerjanya inovatif.
• Dan Masih banyak lagi yang lain.
Sekian dulu ulasan dari Kami mengenai Reason. Dikesempatan yang lain akan Kami bahas mengenai routing dan fitur-fitur menarik lainnya, ikuti terus di tabloid kesayangan kita ini. Selamat mencoba, sukses selalu!
Disalin dari : " komputekonline.net "
Label: Hardware, Music, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.41 0 komentar
Basic Of Mixing
Kenikmatan saat kita mendengarkan lagu, tidak lepas dari peran seorang Sound Engineer. Banyak yang belum tahu bahwa lagu-lagu yang biasa kita dengarkan sebenarnya melewati beberapa tahap yang cukup rumit. Berikut proses yang dilakukan dalam pembuatan lagu, yaitu: proses recording, proses mixing, dan proses mastering.
Seperti yang kita ketahui, proses recording adalah merekam suara atau permainan instrumen, dilanjutkan dengan proses mixing yaitu menata suara agar dapat menyatu satu sama lain, dan proses mastering adalah finishing dari hasil mix agar dapat dinikmati. Untuk sementara kita tidak akan membahas terlalu dalam dulu, mari kita bicara tentang mixing. Let’s get it on!
Pada dasarnya, kemampuan utama yang harus dimiliki seorang Mixing Engineer adalah melihat letak suara atau yang disebut Sound Separation, yaitu kemampuan melihat suara secara 3 dimensi, baik itu dari depan-belakangnya, kiri-kanan, dan atas-bawah. (Gambar 1)
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mixing yang harus dikuasai oleh seorang Mixing Engineer adalah Element of Mix. Apa Itu? Element of Mix terdiri dari 6 element, yaitu:
1. Balance
2. Pan
3. EQ
4. FX
5. Dynamic
6. Interest
Mari kita bahas satu per satu elemen-elemen tersebut.
Balance
Balance adalah proses menyelalaskan volume antar instrument. Dalam proses ini kita harus menata volume masing-masing instrumen agar tidak saling bertabrakan. Sebelum melakukan balance, ada baiknya bila kita membuat gambar letak dari instrumen-instrumen yang akan kita balance (Gambar 2), seperti contoh: vokal diletakkan di depan, gitar diletakkan sedikit di belakang vokal, dan seterusnya sesuai kreasi masing-masing.
Pan
Pan atau disebut juga Panorama adalah peletakan suara atau instrumen di sebelah kanan, di sebelah kiri, dan di tengah, yang bertujuan memberikan kesan Stereo. Sabagai contoh: suara gitar di kanan, piano di kiri, vocal di tengah, dan sebagainya. Fungsi lain dari panning ini juga untuk memberikan kesan luas atau megah pada sebuah lagu sehingga dimensinya terbentuk dengan baik.
Gambar 4
EQ
EQ adalah proses pewarnaan pada suara, yang dimaksudkan disini adalah perlakuan terhadap instrumen, dimana frekuensi tiap-tiap instrumen tidak saling mengganggu satu sama lain. Seperti contoh: suara distorsi gitar yang dirasa kelebihan treble perlu dilakukan pemotongan frekuensi di sekitar 4kHz, atau suara bass yang dirasa kurang nge-bass perlu dilakukan penambahan frekuensi di sekitar 80Hz. Namun semua ini hanya perumpamaan, proses EQ yang sebenarnya lebih memikirkan bagaimana menyetarakan frekuensi antar instrumen. (Gambar 3 & 4)
FX
FX dalam mixing digunakan untuk memperjelas posisi depan-belakang suara atau instrumen. FX yang banyak digunakan dalam proses mixing adalah reverb dan delay (Gambar 5). Fungsi reverb adalah untuk menciptakan dimensi ruang dan membuat suara lebih besar (bukan keras). Sedangkan fungsi dari delay adalah untuk membuat suara lebih deep (dalam).
Dynamic
Dynamic adalah mengendalikan dinamika atau pergerakan lagu antara bagian yang keras dan pelan (Gambar 6) . Untuk mengendalikan dinamika digunakan 3 jenis tools, yaitu: compressor, limiter, dan gate (Gambar 7). Yang banyak digunakan dalam mixing adalah compresor dan gate, sedangkan limiter hanya digunakan dalam proses mastering. Compressor berfungsi untuk mengendalikan dinamika, sebagai contoh: jika vokal gainnya tidak rata digunakan compresor supaya gainnya lebih terkendali, contoh instrumen lain yang biasanya harus di-compress antara lain: drum, bass, gitar akustik, dll. Sedangkan gate berfungsi untuk menghilangkan noise pada bagian yang tidak diinginkan, contohnya: snare drum yang terdapat bocoran suara dari hihat, gunakan gate untuk menghilangkan kebocorannya.
Interest
Interest adalah art of mix atau seni dalam mixing, yang dimaksud dengan art of mix disini adalah menciptakan sesuatu yang berbeda sehingga pendengar merasa tertarik. Contohnya: salah satu lagu Evanescence, pada bagian reff, vokal tidak berada di tengah tetapi berpencar di kiri dan kanan. Contoh lainnya: pada salah satu lagu Creed, vokalnya diberi distorsi.
Sebenarnya, hal yang paling menentukan dalam mixing adalah telinga. Kemampuan mendengar yang baik, melihat suara dengan baik dan hafal frekuensi, merupakan faktor yang sangat menentukan. Berlatih dan terus berlatih.
Demikian pengetahuan yang bisa saya berikan. Semoga dapat menambah wawasan dalam hal mixing. Sampai bertemu lagi di session berikutnya tentang pengetahuan Mixing rekaman.
Disalin dari : " komputekonline.net "
Diposting oleh Joko Purnomo di 13.41 0 komentar
Sabtu, 10 Oktober 2009
Cara Gampang & Murah Bikin Studio Rekaman di Rumah
Banyak orang berpikir bahwa untuk memiliki dan membangun sebuah studio rekaman dibutuhkan biaya yang sangat besar–karena harus membangun sebuah ruangan yang besar, beli peralatan rekaman yang High End, dan membutuhkan sistem peredaman suara–tentunya semua itu butuhkan biaya sangat mahal.
Itu pemikiran lama !.
Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Tak terkecuali pada bidang teknologi perekaman. “Buktinya apa donk ?”. Nah, itulah yang akan kita bahas pada edisi pertama ini.
Ada dua jenis studio rekaman jika dilihat dari biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya dan kompektivitas dari peralatan yang digunakan, yaitu :
1. Sistem rekaman professional ( Professional Digital Studio Recording )
2. Sistem rekaman rumahan ( Digital Home Recording )
Studio Rekaman Professional
Ini dia model studio rekaman yang banyak banget beredar di dunia perekaman di tanah air !.
Sebuah model studio yang mempunyai peralatan sangat kompleks dengan piranti Rack Processor, seperti Compressor, Limiter, Noise Gate, Pre Amp, dan lainnya, piranti Mixer yang mempunyai banyak Channel, ruang take yang penuh dengan peredam dan sistem akustik yang bagus, hingga kualitas instrumen musik dan microphone serta speaker monitor yang berkelas. Itulah sebabnya di sebut Studio Rekaman Profesional.
Namun pastinya komplektivitas dari semua elemen tersebut bermuara pada satu titik yang membuat banyak orang merasa “ wah kayaknya aku gak jadi bikin studio rekaman deh “, yaitu biaya yang dibutuhkan “ mahal bung ! “.
Jika diurai satu persatu tentang harga peralatan yang dibutuhkan memang sangat masuk akal kalo studio model ini membutuhkan biaya yang besar. Mari kita berhitung tentang beberapa harga alat yang dibutuhkan untuk membangun studio rekaman profesional ini.
Contoh untuk perangkat musik yang dibutuhkan antara lain gitar listrik, gitar akustik, keyboard, gitar bass, hingga satu set drum dan perkusi. Untuk kebutuhan perangkat instrumen musik ini harga yang harus dibayar kurang lebih Rp. 20 jutaan.
Selanjutnya adalah perangkat Microphone. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas harga total Microphone yang harus dibayar kurang lebih Rp. 22 jutaan. Harga mahal ini dikarenakan microphone yang dibutuhkan cukup banyak–untuk drum saja minimal 7 buah ( Snare, Hi-Hat, Tom 1, Tom 2, Floor, Overhat kiri, Overhat kanan, dan Kick drum ) serta Microphone vokal.
Masih belum percaya kalo harga untuk Microphone sangat mahal? Ambil contoh Microphone untuk Overhat. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas maka Microphone yang digunakan adalah AKG 414 ( 1 buah harganya 9 juta an ). Belum lagi dengan kebutuhan perangkat elektronik yang digunakan untuk proses rekaman, antara lain Mixer, Rack Processor, dan lainnya. Ditambah lagi untuk buat membangun ruangan studio dengan peredam dan sistem akustik yang mahal. “Waah, pasti pusing tuh mikirin duitnya dari mana..!“.
Digital Home Recording System
Ini adalah model studio rekaman jaman sekarang! Perkembangan teknologi yang cepat juga merambah ke dunia perekaman. Hal ini memunculkan sistem perekaman digital dengan perangkat yang tidak terlalu kompleks ( “dan pastinya tak terlalu menguras dompet.. “ ), namun mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan studio rekaman profesional.
Studio rekaman model ini menggunakan pendekatan piranti lunak ( Software ) dalam sistemnya. Maksudnya, peralatan-peralatan berharga mahal pada studio rekaman profesional di replace atau diganti dengan Software tersebut. Hal ini memang untuk lebih menekan biaya yang diperlukan dalam membangun studio rekaman.
Contohnya adalah kubutuhan drum untuk studio rekaman yang diganti oleh Software yang mensimulasi suara drum set asli. Contoh Software untuk simulasi suara drum set ini antara lain Groove Agent, EZ Drummer, BFD Drum, dan masih banyak lagi.
Contoh lainnya adalah simulasi dari instrumen guitar dan efeknya yaitu antara lain Virtual Guitarist, Amplitube, Guitar Rig, GTR, dan masih banyak lagi. Software simulasi dari instrumen – instrumen musik ini dikenal dengan nama VST ( Virtual Studio Technology ).
Untuk menekan harga dari efek processor audio seperti Pre Amp, Compressor, Limiter, Noise Gate, Noise Reduction, dan sejenisnya maka dibuatlah Software simulasi untuk perangkat-perangkat tersebut antara lain WizzoVerb, Nomad BlueVerb, Nomad Analog Trackbox, dan masih banyak lagi. Software simulasi untuk perangkat efek prosesor audio ini dikenal dengan nama Plug In.
VST dan Plug In ini bisa bekerja jika terlebih dahulu kita mengaktifkan Software perekaman. Beberapa contoh Software perekaman antara lain Cubase Studio 4, Nuendo 3, Cakewalk Sonar, Adode Audition, Pro Tools, dan lainnya.
Nah dengan Software simulasi tersebut maka kebutuhan untuk Hardware atau perangkat keras akhirnya bisa ditekan. Kebutuhan untuk Hardware pada Digital Home Recording hanyalah seputar perangkat yang memang tidak bisa disimulasi menjadi Software atau perangkat dasar untuk proses perekaman saja. Contohnya adalah Converter AD/DA ( External Soundcard ), Digital Console, Flat Speaker, Condenser Microphone, Headphone dan Keyboard Controller. Harga untuk perangkat-perangkat tersebut hanya berkisar dibawah 10 jutaan saja. “Wow, so cheap isn’t it ?! “.
Keuntungan membangun Digital Home Recording selain dana yang cukup murah adalah troubleshooting yang tidak terlalu bertele-tele dikarenakan Hardware yang digunakan juga tidak banyak dan Cabling System nya juga mudah. Ini adalah model studio yang nantinya bakal menguasai dunia perekaman masa mendatang.
Namun kembali lagi bahwa hasil perekaman pasti ditentukan oleh kualitas dari peralatan yang digunakan. Sehebat-hebatnya Digital Home Recording yang digunakan, kualitas yang diperoleh tidak bisa mengalahkan Studio Rekaman Professional karena faktor dari keaslian perangkat yang digunakan. Contohnya adalah suara rekaman dari drum simulasi, misalnya EZ Drummer, tidak akan bisa mengalahkan suara drum asli dari Studio Rekaman Profesional. Jadi semua dikembalikan kepada kebutuhan masing-masing pemakai.
Selamat membangun studio rekaman yang sesuai dengan kebutuhan anda !.
Disalin dari : " komputekonline.net "
Label: Hardware, Music, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 23.24 0 komentar
Senin, 14 September 2009
Install dan konfigurasi FTP server di Linux Debian
- Install terlebih dahulu dengan perintah = apt-get install vsftpd
- Kemudian masukkan cd yang diminta
- Lalu konfigurasi dengan perintah = pico vsftpd.conf
- Dan masuk cd etc/
- Edit dan cari tanda pagar (#) pada kata
#anon_mkdir_write_enable = yes # dirmessage_enable = yes
- simpan dengan perintah ctrl+x, pilih yes tekan y
- lalu restart dengan perintah /etc/init.d/vsftpd restart
- masuk Control Panel
- pilih network and internet connection
- klik properties, pilih internet Protocol lalu isi IP nya
- pada kotak dialog DNS
- pada preferred DNS server ketiikan ip server nya
- pilih ok lalu close
- lalu buka Comment Prompt
- ketik ifconfig untuk mengecek dahulu IP kita yang dibuat barusan
- lalu ping ke IP server kita dengan mengetik FTP(spasi) ip server
- maka akan muncul
name ( 192.168.12.1 : root ) : delapan => memasukkan nama root misal : delapan
331 please specify the password
password : *** => memasukkan passwordnya
230 login successful remote system type is unix using binary mode to transfer files
- kemudian buat suatu directory dengan perintah mkdir
- pada ftp> mkdir deeyaan , kemudian tekan enter
- maka akan terdapat letak dimana direktory tersebut tersimpan
- berarti direktory tersebut berada di /home/delapan/deeyaan
- kemudian untuk dapat mengetahui directory tersebut dapat di baca server atau tidak cek di pc server dengan masuk dimana direktory tersebut berada
- kemudian ketik ls
- jika direktory yang kita buat di clien dapat dibaca di server berarti kita berhasil
Disalin dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Operating Sistem, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.05 0 komentar
Install dan konfigurasi DHCP SERVER di linux
SETTING DHCP SERVER
1. Install paket dhcp3-server.
# apt-get install dhcp3-server
2. Setelah semua instalasi selesai dilakukan. Edit file dhcpd.conf, namun terlebih dahulu anda bisa back-up file tersebut terlebih dahulu.
3. Buat file /etc/dhcp3/dhcp.conf berikut,
# /etc/dhcp3/dhcpd.conf
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address ;
option routers ;
option domain-name-servers 204.159.3.8>;
option domain-name ;
subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.10 192.168.2.100;
# Range IP yang disediakan
range 192.168.2.150 192.168.2.200;
}
4. Simpan file diatas, kemudian restart DHCP server.
# /etc/init.d/dhcp3-server restart
5. Setting pada Client untuk menggunakan setting DHCP.
6. Coba koneksikan Client-Server, kemudian lakukan ping untuk tes koneksi.
Apabila terdapat reply, berarti koneksi berhasil.
Disalin dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Software, Tips n Trik
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.01 0 komentar
CARA SETTING IP di LINUX
Label: Hardware, Keamanan, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.33 0 komentar
CARA SETTING IP DI WINDOWS XP
1. Klik START -> Masuk Control panel
2. Masuk ke Network Connection
3. Klik Local Area Connection
4. Pada tab General -> pilih Internet Protocol (TCP/IP) -> properties
5. Pada tab General -> pilih Use the following IP addres
6. Isikan no IP address ; no subnet mask ; Default gateway
7. Lalu pilih juga Use the following DNS server address
-> isikan sesuai no DNS server yang digunakan -> Preferred DNS server;Alternate server
8. Kemudian klik Advanced
9. Pada tab DNS tambahkan/add no DNS server yang tadi anda isikan pada Preferred DNS server ; Alternate server
10. Setelah itu saya OK.
11. Masuk Command Prompt -> ketik ipconfig
12. Lalu ketik ping (no ipaddress anda) -> enter
13. Dan ping juga (no ip default gateway anda) -> enter
14. Nah akhirnya connect jg dengan Internet
Label: Hardware, Keamanan, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.31 0 komentar
Pengertian Subnetting, Netmask, Network ID, Default Gateway & Broadcast
Subnetting
Kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 - 130.200.31.254 subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II :
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
Kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
NETMASK/SUBNETMASK
Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.
Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Gabungan antara IP dan Netmask inilah pengalamatan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi penulisan biasanya sbb :
IP : 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0
Suatu nomor IP kita dengan nomor IP tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.
Ketika kita berhubungan dengan komputer lain pada suatu jaringan, selain IP yang dibutuhkan adalah netmask. Misal kita pada IP 10.252.102.12 ingin berkirim data pada 10.252.102.135 bagaimana komputer kita memutuskan apakah ia berada pada satu jaringan atau lain jaringan? Maka yang dilakukan adalah mengecek dulu netmask komputer kita karena kombinasi IP dan netmask menentukan range jaringan kita.
Jika netmask kita 255.255.255.0 maka range terdiri dari atas semua IP yang memiliki 3 byte pertama yang sama. Misal jika IP saya 10.252.102.12 dan netmask saya 255.255.255.0 maka range jaringan saya adalah 10.252.102.0-10.252.102.255 sehingga kita bisa secara langsung berkomunukasi pada mesin yang diantara itu, jadi 10.252.102.135 berada pada jaringan yang sama yaitu 10.252.102 (lihat yang angka-angka tercetak tebal menunjukkan dalam satu jaringan karena semua sama).
Dalam suatu organisasi komersial biasanya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian personalia/HRD, Marketing, Produksi, Keuangan, IT dsb. Setiap bagian di perusahaan tentunya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Dengan beberapa alasan maka setiap bagian bisa dibuatkan jaringan lokal sendiri – sendiri dan antar bagian bisa pula digabungkan jaringannya dengan bagian yang lain.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu organisasi membutuhkan lebih dari satu jaringan lokal (LAN) agar dapat mencakup seluruh organisasi :
Teknologi yang berbeda. Dalam suatu organisasi dimungkinkan menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya. Semisal teknologi ethernet akan mempunyai LAN yang berbeda dengan teknologi FDDI.
Sebuah jaringan mungkin dibagi menjadi jaringan yang lebih kecil karena masalah performanasi. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.
Pembagian jaringan besar ke dalam jaringan yang kecil-kecil inilah yang disebut sebagai subnetting. Pemecehan menggunakan konsep subnetting. Membagi jaringan besar tunggal ke dalam sunet-subnet (sub-sub jaringan). Setiap subnet ditentukan dengan menggunakan subnet mask bersama-sama dengan no IP.
Pada subnetmask dalam biner, seluruh bit yang berhubungan dengan netID diset 1, sedangkan bit yang berhubungan dengan hostID diset 0.
Dalam subnetting, proses yang dilakukan ialah memakai sebagian bit hostID untuk membentuk subnetID. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk HostID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnetID, jumlah subnet yang dibentuk semkain banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi semakin sedikit.
Cara Pembentukan Subnet :
Misal jika jaringan kita adalah 192.168.0.0 dalm kelas B (kelas B memberikan range 192.168.0.0 – 192.168.255.255). Ingat kelas B berarti 16 bit pertama menjadi NetID yang dalam satu jaringan tidak berubah (dalam hal ini adalah 192.168) dan bit selanjutya sebagai Host ID (yang merupakan nomor komputer yang terhubung ke dan setiap komputer mempunyai no unik mulai dari 0.0 – 255.255). Jadi netmasknya/subnetmasknya adalah 255.255.0.0
Kita dapat membagi alokasi jaringan diatas menjadi jaringan yang kebih kecil dengan cara mengubha subnet yang ada.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
1. Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk
2. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah jaringan yang dibutuhkan :
1. Menentukan jumlah jaringan yang dibutuhkan dan merubahnya menjadi biner.
Misalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan. 255 11111111
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
Dari 255 11111111 jumlah bitnya adalah 8
3. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2.
Misal dari contoh diatas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.
Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)
Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx dengan netmash 255.255.255.0.
xxx menunjukkan hostID antara 0-255
Biasa ditulis dengan 192.168.0/24 192.168.0 menunjukkan NetID dan 24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).
Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.
Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah host adalah sebagai berikut :
1. Ubah IP dan netmask menjadi biner
IP : 192.168.1.0 11000000.10101000.00000000.00000000
Netmask : 255.255.255.0 11111111.11111111. 11111111.00000000
Panjang hostID kita adalah yang netmasknya semua 0 16 bit.
2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu jaringan dan rubah menjadi biner.
Misal dalam jaringan kita membutuhkan host 25 maka menjadi 11001.
3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner pada nomor 1. Dan angka inilah nanti sebagai jumlah host dalam jaringan kita.
Jumlah host 25 menjadi biner 11001 dan jumlah bitnya adalah 5.
4. Rubah netmask jaringan kita dengan cara menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan nomor 3.
Jadi netmasknya baru adalah 11111111.11111111.11111111.11100000
Identik dengan 255.255.255.224 jika didesimalkan.
Jadi netmask jaringan berubah dan yang awalnya hanya satu jaringan dengan range IP dari 1 -254 menjadi 8 jaringan, dengan setiap jaringan ada 30 host/komputer
Alokasi Range IP
1 192.168.1.0 – 192.168.1.31
2 192.168.1.32 – 192.168.1.63
3 192.168.1.64 – 192.168.1.95
4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
5 192.168.1.128 – 192.168.1.159
6 192.168.1.160 – 192.168.1.191
7 192.168.1.192 – 192.168.1.223
8 192.168.1.224 – 192.168.1.255
Nomor IP awal dan akhir setiap subnet tidak bisa dipakai. Awal dipakai ID Jaringan (NetID) dan akhir sebagai broadcast.
Misal jaringan A 192.168.1.0 sebagai NetID dan 192.168.1.31 sebagai broadcast dan range IP yang bisa dipakai 192.168.1.1-192.168.1.30.
IP ADDRESS
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut.
Contoh IP address untuk cisco.com adalah 202.93.35.9 untuk www.ilkom.unsri.ac.id dengan IP nya 202.39.35.9
Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000
o 1 o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID,
Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya.
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.
Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan karena sebagai valid host id, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C 191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.
Catatan :
• alamat Network ID dan Host ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut floaded broadcast
• alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
Dari gambar dibawah ini perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang paling sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak dikarenakan hanya oktat pertama yang digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.
Untuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka perhatikan octet 8 bit pertamanya.
Pada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.
Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untuk hostnya, dengan memperhatikan
2 24 – 2 = 16.777.214 host
N ; jumlah bit terakhir dari kelas A
(2) adalah alamat loopback
Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host
2 16 – 2 = 65.534
Pada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk alamat host.
2 8 – 2 = 254
Nomor IP terdiri dari 32 bit yang didalamnya terdapat bit untuk NETWORK ID (NetID) dan HOST ID (HostID). Secara garis besar berikut inilah pembagian kelas IP secara default
GATEWAY/ROUTER
Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.
Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.
Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).
Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.
DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)
Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.
Itulah beberapa bahasan awal yang akan mengantar kita ke pembahasan inti selanjutnya.
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu.
Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 alamat untuk menerima paket : pertama adalah nomor IP yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada nomor IP menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
Disalin Dari : " f4bregaz.blogspot.com "
Label: Hardware, Keamanan, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 14.20 1 komentar
Kamis, 20 Agustus 2009
Mau Program, Games, Movies, Wallpaper terbaru untuk PC.
situs yang menyediakan aplikasi-aplikasi update yang telah di crack dan siap didownload berisi tentang :
1. Programmer :
* Utilities / Office
* Multimedia / Design
* Internet / Network
* Security
* Operating System
* Desktop Tool
2. PC Games :
* Ripped Games
* ISO Games
* Casual Games
3. Movies :
* R5 Movies
* m-HD Movies
* 720p HD Movies
* Documentaries
4. Wallpapers
Selengkapnya Di egydown.com
Label: DownLoads, Keamanan, Operating Sistem, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 08.02 0 komentar
Rabu, 19 Agustus 2009
Symbian Applications OS 9.1/9.2
Label: DownLoads, Operating Sistem, Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 15.20 0 komentar
Jumat, 03 Juli 2009
Mozilla Firefox 3.5 RC3

NEW YORK - Minggu, 21 Juni 2009, Mozilla resmi merilis generasi terbaru dari browser mereka yaitu Firefox 3.5 RC2. Oleh Mozilla, layanan penjelajah ini jauh lebih cepat dan lebih maksimal dalam mengeksplor aplikasi-aplikasi yang ada.
Dari review PC World yang dikutip Washington Post, Senin (22/6/2009), menunjukkan beberapa keunggulan Firefox 3.5 RC2. Ini tentu saja menjadi langkah yang baik untuk para pengguna, sebelum akhirnya Mozilla menghadirkan Firefox 3.5 versi finalnya.
Browsing yang bersifat pribadi
Maksudnya, dalam layanan ini mode Firefox tidak akan menyimpan apapun jejak penggunaan saat menjelajah di internet seperti history, cookies, usernames ataupun password. Walaupun ini sudah jamak pada browsing lain versi terbaru, tentu ini menjadi indikasi bagus mencegah kejahatan internet yang marak terjadi.
Yang istimewa, Firefox 3.5 tidak memberitahukan kepada penggunanya saat menjalankan aplikasi tersebut. Ini berbeda dengan Incognito mode pada Google Chrome, atau InPrivate pada IE 8.
Kendati memiliki penghilang jejak history, fitur 'pribadi' ini memiliki kekurangan yaitu, tanpa menghilangkan subfoldernya. Sebagai contoh, ketika Anda akan membuka okezone.com, subfoldernya techo.okezone.com, tidak bisa dihapus jejaknya.
Memiliki Tab yang lebih maksimal
Seperti diketahui, salah satu keunggulan Firefox adalah memilki aplikasi Tab yang cepat. Nah, Tab dalam Firefox 3.5 akan bekerja secara lebih baik dan mumpuni. Terlebih Tab bisa Anda geser-geser di toolbar, dan mampu digiring pada jendela Firefox yang lain.
Perekam jejak tulisan
Di Firefox 3.5 tulisan Anda yang hilang dapat diingatkan kembali. Maksudnya, saat Anda sedang menuliskan sesuatu dan tidak sengaja meng-klik restore, maka jelas biasanya tulisan Anda akan hilang karena terhapus. Di browser ini, itu tidak akan terjadi. Pasalnya, saat Anda kembali ke halaman saat menulis komentar, tulisan Anda tidak akan hilang.
Browsing delapan kali lebih cepat
Mozilla mengatakaan kalau, Firefox 3.5 dapat berjalan delapan kali lebih cepat di JavaScript dari versi 3.0. Selain itu juga, Firefox 3.5 kompatibel dengan sebuah teknologi format web terbaru.
Fitur versi RC3 Firefox 3.5
Menurut direktur Firefox, Mike Beltzner, versi ini awalnya akan dinamai Firefox 3.1. Namun adanya cukup banyak fitur baru menyebabkan cukup alasan untuk menamainya versi 3.5.
Salah satu yang baru adalah TraceMonkey JavaScript engine, yang menawarkan peningkatan kecepatan dibandingkan versi 3.0. Menurut Mozilla, jika dibandingkan versi 3.0, Firefox 3.5 ini 2x lebih cepat, dan 10x lebih cepat dibandingkan versi 2.0. Namun benchmark memperlihatkan Firefox - dalam kinerja Javascript – masih di bawah Chrome milik Google dan Safari-nya Apple. Yang diunggulinya adalah Internet Explorer milik Microsoft.
Fitur-fitur baru lainnya adalah URL baru yang lebih responsif, memori yang tidak begitu rakus, fitur private browsing, tab-tab yang lebih baik dan restore sesi, fitur anti-malware dan anti-phishing yang telah diperbarui, plus dukungan profil warna yang lebih baik agar imaji bisa tampil lebih tajam dan jernih. Selain itu tentu ada lebih banyak add-on – lebih dari 6000 - untuk si browser baru.
Setidaknya ada tiga feature penting yang bisa menunjukkan kemampuan suatu browser, yaitu:
* Page load; Mozilla meng-klaim bahwa Firefox 3.5 memiliki peningkatan kecepatan page load yang signifikan. Hal ini hanya bisa dibuktikan dengan mencoba Firefox 3.5 secara langsung (hands-on experience).
* Memory usage; Banyak pengguna komputer masih menggunakan PC dan notebook dengan spesifikasi minim. Saat ini hampir seluruh browser memiliki feature multi-tab yang membutuhkan resource memori besar. Mozilla kembali mengklaim bahwa Firefox 3.5 memiliki memory management yang lebih baik berkat teknologi XPCOM cycle collector yang akan "membersihkan" unused memory dan meminimalisir memory leaks.
* Security; Pengguna Firefox 3.5 kini dapat menjelajah internet dengan lebih tenang tanpa khawatir data-data pribadi dan web-browsing historynya diambil oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Feature seperti private browsing yang akan menghapus jejak virtual Anda, anti-malware dan anti-phising yang melindungi Anda dari malicious ware yang mencoba "masuk" kedalam sistem komputer Anda, dan juga integrasi yang lebih baik terhadap software anti-virus yang Anda gunakan.
Mozilla Firefox semakin membuktikan kemampuannya sebagai browser yang cepat, kaya akan feature, dan bisa diandalkan. Hal ini bisa dilihat dari update berkala yang diberikan Mozilla guna memperbaiki berbagai bug reports dan security holes serta kemampuan Firefox meng-handle berbagai konten internet yang semakin menuntut dukungan dari browser dengan kemampuan dan performa yang tinggi.
Tertarik? Silakan unduh Firefox 3.5 yang besarnya 7,7MB itu dari situs web Mozilla
Dikutip dari "www.kompas.com", "http://techno.okezone.com"&"www.chip.co.id"
Diposting oleh Joko Purnomo di 06.22 0 komentar
Rabu, 01 Juli 2009
Bing search engine terbaru dari Microsoft

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini dunia maya merupakan ladang bisnis yang tak akan pernah habis. Buktinya tidak sedikit masyarakat di dunia termasuk di Indonesia yang mendulang kesuksesan dengan adanya dunia maya ini.
Melalui dunia maya kita bisa mencari informasi, berbisnis, membuat pencitraan, dan sebagainya. Bahkan dalam dunia kerja pun kini tidak sedikit yang sudah memanfaatkan dunia maya untuk berbagai kegiatannya, misalnya transaksi elektronik, ujian online, melemar pekerjaan online dan sebagainya.
Dengan semakin marak dan berkembangnya dunia maya ini, maka kini mulai bermunculan berbagai media termasuk mesin pencarian data di Internet yang mulai tumbuh dan berkembang. Dulu kita mengenal altavista, yahoo, hotmail, msn, dan sebagainya. Keberadaan beberapa mesin pencari mulai tergeser dengan adanya google yang memberikan kemudahan, kecepatan dengan berbagai fasilitas dan fitur yang diberikannya.
Tampaknya dengan hadirnya mesin pencari terbaru didunia maya, namun kehadirannya perlu diperhitungkan. Mesin pencari dari Microsoft ini bernama bing, http://www.bing.com. Mesin pencari ini memang masih baru dan masih terus dikembangkan. Namun dari segi kecepatan mesin pencari terbaru ini sangat canggih dan bisa dikatakan lebih cepat dibandingkan dengan mesin pencari lain, namun fiturnya masih kurang banyak.
Bing memang sengaja diciptakan oleh Microsoft untuk membantu penggunanya untuk mengambil suatu keputusan. Microsoft Bing menggunakan teknologi dari Powerset, sebuah perusahaan teknoligi yang dibeli oleh Microsoft tahun lalu. Teknologi pencarian dari Powerset membantu banyak dalam pencarian yang lebih akurat.
Ada beberapa feature yang ditawarkan memalui Microsoft Bing ini, diantaranya:
* Best Match: hasil pencarian yang relevant akan muncul dan link yang paling relevant akan ada pada puncak list
* Instant Answers: Hanya dengan melakukan satu click, Anda dapat langsung mengakses informasi yang ada pada hasil pencarian
* Bing Maps: Map untuk Enterprise ini sebenarnya merupakan Virtual Earth yang merupakan mapping platform kepunyaan Microsoft
* Bing Travel Rate Key: perbandingan dari lokasi hotel, harga yang akan ditampilkan dengan warna merah pada tulisannya.
Kecanggihan dalam hal menampilkan hasil pencarian dengan mesin bing ini sangat canggih, terutama ketika pengguna mencari data yang berhubungan dengan gambar atau image. Dokumen gambar akan ditampilkan sesuai keinginan dan secara utuh akan ditampilkan dihalaman browser Anda.
Fasilitas yang disediakan selain bisa digunakan untuk mencari dokumen biasa, gambar, berita, juga ada fasilitas lain bernama Extras. Dengan fasilitas ini pengguna bisa menampilkan berbagai hal yang berhubungan dengan Preferences, Blogs, dan Advertising.
Kemudahan lain mesin tercanggih dan terbaru ini kompatibel dengan berbagai media yang ada di Internet seperti msn, hotmail, windows live, dan sebagainya. Selain itu pemakai juga bisa memanfaatkan fasilitas XRank untuk melihat berkembangan berita secara global yang hangat dan populer saat itu. Maka jika Anda sudah memiliki e-mail dalam keluarga Microsoft, maka Anda sudah bisa masuk dan login secara otomatis ke mesinpencari Bing ini.
Dengan diluncurkannya search engine dari Microsoft ini meramaikan kompetisi search engine yang selama ini didominasi oleh Google. Layak dinantikan pemenang persaingan dari kedua developer kelas dunia tersebut.
Label: Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 10.01 0 komentar
Minggu, 29 Maret 2009
Internet Explorer 8
Setelah melewati masa beta selama hampir satu tahun, Microsoft akhirnya merilis Internet Explorer 8 secara resmi Browser ini dapat digunakan untuk Windows XP SP II, Windows Server 2003, Windows Vista, dan Windows Server 2008, Sementara Windows 7 beta tidak akan di-updated, walaupun Microsoft merilis update untuk IE8 for Windows 7 pada bulan Februari, update selanjutnya baru akan dilakukan setelah Windows 7 Release Candidate selanjutnya.
Internet Explorer 8 telah dirilis dalam 25 bahasa. Internet Explorer 8 diyakini dapat memberikan pengalaman browsing yang lebih cepat dan memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik daripada IE versi sebelumnya.
Tidak banyak perubahan pada IE 8 ini dibandingkan versi IE 7. Microsoft lebih menekankan penambahan pada sistem keamanan yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya. Bahkan, untuk menguji sistem keamanan browser ini, Microsoft melakukan penelitian yang dilakukan oleh NSS Lab. Hasilnya, IE 8 mampu menahan dua sampai empat kali serangan lebih banyak dibandingkan browser yang ada ini. Memang tidak bisa dihindari, bahwa keamanan merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan pengguna internet dalam memilih browser.
Selain menyadari pentingnya fitur keamanan, Microsoft juga peduli terhadap pengalaman surfing yang lebih cepat. Bahkan, Microsoft menyatakan bahwa IE 8 merupakan salah satu browser tercepat yang ada di pasaran saat ini. Ini merupakan bukti keseriusan mereka untuk menghadirkan browser yang mengedepankan kecepatan.
{catatan :Sebenarnya yang memegang peran penting dalam menikmati internet lancar adalah koneksinya. Apabila koneksi cepat tentu saja browser mampu bekerja maksimal. Namun apabila lambat, yang didapat bukan informasi melainkan darah tinggi he.... :)}
Fitur unggulan IE 8 antara lain :
* Diklaim cepat serta responsif untuk membuka halaman.
* Script engine lebih cepat daripada IE versi terdahulu.
* Compatibility View, untuk memperbaiki format halaman yang tidak kompatibel dengan IE8
* Memaksimalkan fungsi tab. Berbagai fitur baru untuk tab seperti group tab,
* menu klik kanan di tab, membuka kembali tab yang tertutup dsb.
* Fungsi pencarian yang lebih baik. Address bar memunculkan kembali history alamat url yang pernah diketik.
* Browsing dengan Private dimana history dan cookies tidak akan tersimpan.
* Membuka kembali semua tab dalam sesi terakhir browsing.
* Meningkatkan fungsi zoom. Fungsi Back yang lebih baik.
* Lebih banyak halaman yang bisa di back.
* Fitur Accelerators, untuk mempercepat menjalankan beberapa perintah seperti mengirim halaman dengan email dsb.
* Fitur Web slice, untuk mengetahui adanya update di email, website atau lainnya.
* Automatic crash recovery. Apabila salah satu tab crash maka tab lain masih bisa berfungsi. Dan apabila crash maka tab akan otomatis reload.
* Diklaim lebih aman dari serangan malware dan phising. Peningkatan fungsi favorites dan manajemen history
IE8 dirancang lebih mudah digunakan. Misalnya adanya built in search bar yang memungkinkan tampilan visual dari web yang dicari. Kestabilan browser juga ditingkatkan untuk memulihkan crash. Selain itu, tab yang ada diisolasi sehingga jika ada tab yang bermasalah tidak berefek pada tab yang lain.
Privasi pengguna dipandang penting dengan fitur InPrivateBrowsing dan InPrivate Filtering. InPrivate Browsing memastikan tidak ada informasi yang tertinggal dari situs yang telah dikunjungi.
Sayangnya, masih ada beberapa kekurangan pada browser dari Microsoft ini. Masih website yang dibangun agar mampu memberikan tampilan yang optimal pada IE 7 tetapi tidak berjalan dengan baik pada IE 8. Untuk mengatasi masalah ini, Microsoft mengeluarkan feature yang disebut Compatibility View. Feature ini akan bekerja secara otomatis bila Anda mengakese website yang dibangun untuk IE 7 dan langsung memberikan tampilan yang terbaik untuk IE 8.
Dengan peluncuran IE 8 versi final ini, berarti Microsoft telah ikut meramaikan perang browser yang sedang terjadi sekarang ini. Diharapkan dengan peluncuran ini konsumen akan semakin banyak pilihan dalam memilih produk browser yang terbaik sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Mau download IE 8 di website resminya Microsoft
(http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/worldwide-sites.aspx).
Label: Software
Diposting oleh Joko Purnomo di 17.14 1 komentar






